Aktivitas Gunung Merapi Kembali Meningkat

0
3
Aktivitas Gunung Merapi dilaporkan kembali meningkat.

Pada pemantauan Senin (29/3) aktivitas Gunung Merapi kembali meningkat yakni berada di Level 3 atau siaga sejak dinaikan statusnya pada 5 November 2020.

Dengan status itu, potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas di sektor selatan-barat daya. Meliputi sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 kilometer. Sedangkan pada sektor tenggara yaitu sungai Gendol sejauh 3 kilometer.

Lalu, lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Gunung Merapi yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta juga mengeluarkan awan panas guguran pada Selasa (30/3) sekitar pukul 07.06 WIB.

Berdasarkan pemantauan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), awan panas itu tercatat di seismogram dengan amplitudo 60 mm dan durasi 135 detik.

“Jarak luncur kurang lebih 1.500 m ke arah barat daya. Angin bertiup ke utara,” kata Kepala BPPTKG Hanik Humaida dalam keterangannya, Selasa (30/3).

Sementara itu, pada pemantauan Senin (29/3) kemarin, teramati guguran lava pijar sebanyak 18 kali dengan jarak luncur maksimum 800 meter ke arah barat daya dan sebagian ke arah tenggara.

Dari sisi kegempaan, tercatat ada 162 gempa guguran, lima gempa hybrid atau fase banyak, dan tiga gempa hembusan.

BPPTKG mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya dan selalu mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

Tak hanya itu, kegiatan penambangan di alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam KRB III juga direkomendasikan untuk dihentikan sementara.

(IN)

Leave a Reply