Dibolehkan Kritik Polri, Peserta Lomba Mural Membludak

0
26

Lomba Mural 2021 yang memperebutkan piala Kapolri diikuti sebanyak 803 karya yang tersebar di seluruh Indonesia.

Kadiv Humas Polri, Irjen Argo Yuwono mengatakan masyarakat mulai berlomba-lomba untuk mengikuti kegiatan ini usai Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo  mempersilahkan mural yang diikutsertakan bernuansa kritik ke institusi.

“Setelah Bapak Kapolri menyampaikan di media boleh mengkritik, setelah itu muncul banyak sekali yang daftar. Di seluruh Polda di Indonesia sebanyak 803 karya,” kata Argo kepada wartawan dalam rangkaian kegiatan Bhayangkara Mural Festival 2021 di Mabes Polri, Jakarta, Sabtu (30/10).

Argo menceritakan, saat pendaftaran lomba mural ini diumumkan ke publik tak banyak peserta yang berminat untuk turut serta. Dalam tiga pekan pertama hanya ada 18 peserta yang mendaftar.

Jenderal bintang dua itu merasa sempat khawatir lantaran animo masyarakat untuk berpartisipasi dalam festival mural ini tak kuat. Ia bahkan segan menemui Kapolri, namun setelah kritik dipersilahkan barulah masyarakat berbondong-bondong mendaftarkan karyanya pada pekan keempat.

“Kami juga was-was ini, waduh kok cuma 18 (yang mendaftarkan). Saya menghindar kalau ketemu pak Kapolri, takut ditanya tentang mural,” ucap Argo.

Argo mengatakan, seni mural sebenarnya memberi kebebasan bagi pelukisnya untuk mengeksplorasi kreativitas yang dimiliki. Ia berharap agar kegiatan festival mural tersebut dapat menjadi wadah para pelaku seni kreatif untuk berkarya.

Belum lagi, kata dia, beriringan dengan perkembangan zaman menjadi digital kini pergerakan di komunitas mural terus memberi peluang tambahan bagi para pegiatnya untuk berkarya.

“Hal tersebut membuat semua aksi yang terjadi patut diapresiasi dan dipublikasikan untuk dapat menginspirasi semangat pergerakan dalam menyampaikan kritik dan pesan positif dalam media mural,” ucapnya.

“Kami juga was-was ini, waduh kok cuma 18 (yang mendaftarkan). Saya menghindar kalau ketemu pak Kapolri, takut ditanya tentang mural,” ucap Argo.

Argo mengatakan, seni mural sebenarnya memberi kebebasan bagi pelukisnya untuk mengeksplorasi kreativitas yang dimiliki. Ia berharap agar kegiatan festival mural tersebut dapat menjadi wadah para pelaku seni kreatif untuk berkarya.

Belum lagi, kata dia, beriringan dengan perkembangan zaman menjadi digital kini pergerakan di komunitas mural terus memberi peluang tambahan bagi para pegiatnya untuk berkarya.

“Hal tersebut membuat semua aksi yang terjadi patut diapresiasi dan dipublikasikan untuk dapat menginspirasi semangat pergerakan dalam menyampaikan kritik dan pesan positif dalam media mural,” ucapnya.

 

 

Leave a Reply