Eks Ketua MA Harifin Tumpa, Tak Ada Dasar Hukum Sebutan YANG MULIA

0
10
Harifin Tumpa Menerima Penghargaan

Ketua Mahkamah Agung (MA) 2009-2012,  Harifin Tumpa meminta masyarakat tidak lagi memanggil para hakim dengan panggilan ‘Yang Mulia’. Permintaan ini juga ditandatangani anggota Kerukunan Keluarga Purnabakti Hakim Agung (KKPHA) dan Persatuan Hakim Indonesia (Perpahi).

“Berdasarkan penelitian yang kami lakukan, tidak diketemukan dasar hukum berupa peraturan perundang-undangan yang mewajibkan seorang saksi, tersangka, jaksa atau pengacara untuk memanggil hakim dengan sebutan ‘Yang Mulia’ dalam persidangan,” ujar Harifin kepada wartawan, Kamis (25/6/2020).

Harifin menjelaskan sikap ini disebabkan, dalam masyarakat dan media sosial, sudah ramai dibicarakan adanya instruksi untuk menyebut hakim dengan sebutan ‘Yang Mulia’. Sedangkan predikat ‘Yang Mulia’ bagi hakim dianggap tidak mencerminkan antara kenyataan dan perbuatan yang mereka lakukan.

“Bahkan para hakim yunior kita juga sering kali memanggil para purnawirawan hakim agung dengan ‘Yang Mulia’ yang membuat kita merasa tidak enak dan risi, karena sebenarnya sudah tidak tepat dan pantas lagi, karena kami semua sudah purnabakti,” sambung Harifin yang purnabakti pada 2012.

Permintaan itu sudah dituliskan dalam surat dan dikirimkan ke Ketua MA Syarifuddin. Keluarga Purnabakti Hakim Agung (KKPHA) dan Persatuan Hakim Indonesia (Perpahi) meminta agar hakim cukup dipanggil ‘Yang Terhormat Bapak/Ibu Hakim’. (IRS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

13 + fifteen =