Golput Tidak Keren Jika Diterapkan di Era Ini

0
296
Ilustrasi Golput

Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengimbau masyarakat untuk menggunakan
hak pilihnya atau tidak ‘golput’ pada hari pencoblosan Rabu, 17 April
2019. Alasannya, pesta demokrasi itu hanya berlangsung lima tahun
sekali.

Hal itu diungkapkan Komisioner KPU RI Viryan Aziz
menanggapi jika pada pekan tersebut bersamaan dengan libur nasional
untuk memperingati wafatnya Isa Almasih yang jatuh pada Jumat, 19 April
2019. Artinya pada Kamis, 18 April 2019 menjadi hari ‘kejepit’ yang
banyak masyarakat memanfaatkan untuk liburan panjang.

“Libur kan
bisa tiap minggu, (Kalau) memilih (dalam pemilu) lima tahun sekali,”
katanya, di Kantor KPU Pusat, Jakarta, Jumat (8/2/2019).

Menurut
Viryan, rugi jika masyarakat memilih untuk menjadi golongan putih
(golput) karena lebih memilih memprioritaskan berlibur panjang daripada
harus berpartisipasi dalam pemilu 2019. Dia menilai, akan sangat rugi
jika masyarakat tidak menggunakan hak pilihnya.

“Sekarang nasib
mereka (peserta pemilu) ditentukan oleh kita. Setelah pemilu, lima tahun
nasib kita ditentukan mereka. Mau nasibnya ditentukan dengan orang yang
kita tidak tahu? Kita serahkan gitu aja? Enggak keren kalau enggak
milih,” ujarnya.

Meskipun golput itu merupakan hak, namun dia
menilai jika pilihan itu keren jika diterapkan pada zaman orde baru.
Tidak keren jika diterapkan di era saat ini.

“Kalau sekarang apa yang mau digolputin, setiap orang punya kesempatan yang sama untuk menggunakan hak pilihnya. Tidak ada intimidasi, potensi manipulasi seperti masa lalu, kecil dan satu suara memang menentukan,” kata Viryan menegaskan. (INT)

Leave a Reply