Imbas PPKM, Pusat Perbelanjaan Sepi Nyaris Mati Suri

0
5
Ilustrasi Mall Sepi

Kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro berdampak pada tingkat kunjungan ke pusat perbelanjaan pada kuartal I tahun ini hanya 30 persen hingga 40 persen.

Senior Associate Director Research Colliers International Indonesia Ferry Salanto mengatakan PPKM berdampak sangat berat baik kepada pengelola mal maupun penyewa gerai di dalam pusat perbelanjaan itu karena tingkat trafik atau kerumunan berkurang drastis dampak dari pandemi.

“Tingkat kunjungan ke mal saat ini baru 30 persen hingga 40 persen dibandingkan dengan waktu normal,” ujarnya pada Rabu (7/4/2021).

Sementara tu, untuk tingkat hunian atau okupansi mal di Jakarta turun 6 persen yoy menjadi 73,1 persen, sedangkan okupansi mal di Bodetabek turun 8 persen yoy menjadi 71,2 persen. Beberapa penyewa grosir dan toko serba tutup karena tingkat kunjungan yang rendah pada kuartal pertama tahun ini.

Sepanjang kuartal pertama tahun ini tidak ada tambahan pasokan baru ruang pusat perbelanjaan di Jabodetabek. Total pasok ruang ritel di Jakarta saat ini tercatat 4,83 juta meter persegi, sedangkan di Bodetabek 2,84 juta meter persegi.

Dia mengungkapkan beberapa pengelola masih menunggu saat yang tepat untuk mengoperasikan mal atau pusat perbelanjaan baru mereka.

Hingga akhir tahun ini, Ferry memproyeksikan terdapat enam pusat perbelanjaan di Jabodetabek yang selesai dibangun dan menambah sekitar 170.000 meter pasok baru. Dia berharap kontribusi dari penyewa yang tinggi dari mal yang akan buka diharapkan meningkatkan okupansi pada 2021 ini. (IRS)

Leave a Reply