Indeks Kualitas Lingkungan Hidup Jawa Barat Terburuk Ke-3

0
561
Kualitas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat kembali menempati posisi bawah

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan merilis data Indeks Kualitas Lingkungan Hidup atau IKLH tahun 2017. Provinsi Jawa Barat kembali menempati posisi bawah.

Berdasarkan data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada 2017, Jawa Barat menempati posisi 32 dari 34 provinsi mengenai Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH). IKLH merupakan gambaran kualitas lingkungan hidup suatu wilayah yang digunakan untuk mengevaluasi secara umum kualitas lingkungan, yang difokuskan pada tiga media lingkungan yaitu udara, air dan tutupan lahan.

Dalam skala nasional, Jawa barat menempati posisi 32 , dengan Kualitas Lingkungan Hidup (KLH) berada pada angka 52,26 atau pada level kurang baik. Dengan rincian indeks kualitas udara sebesar 77,36, indeks kualitas air sebesar 29,00 dan indeks kualitas tutupan lahan 42,50. Jika merujuk pada 2016 lalu, artinya Jawa Barat stagnan berada pada posisi 3 terbawah.

Wahan Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Jabar menilai hal ini disebabkan sejumlah faktor. Direktur Ekseskutif WALHI Jabar Dadan Ramdan menyebutkan perluasan-perluasan industri mendorong rusaknya atau tercemarnya kualitas air. “Pembangunan infrastruktur skala besar yang itu juga mengurangi luas tutupan lahan di Jawa Barat. Termasuk juga bagaimana meningkatnya transportasi dan industri seperti PLTU yang bisa meningkatkan pencemaran udara. Karena banyak aktivitas pembangunan akibat dari tata ruang wilayah yang mengakomodasi aktivitas pembangunan dalam skala besar, akibatnya IKLH kita terus menurun,” ujarnya.

Menanggapi hasil IKLH Jabar 2017, pemerintah Jabar mengaku bertekad akan meningkatkan IKLH dengan harapan Jabar bisa menempati lima besar dalam lima tahun ke depan. Fokus Pemerintah Jabar dengan memperbaiki indeks kualitas air dan tutupan lahan yang memang menjadi persoalan utama di Jawa Barat.

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jawa Barat, Nana Nasuha mengatakan “Program yang sekarang memang sedang berjalan sesuai dengan Keppres Nomor 2 Tahun 2018 tentang Citarum Harum. Itu langkah awal bagaimana menghutankan kembali lahan-lahan kritis di DAS Citarum. Kita mulai bekerjasama dengan TNI, dari mulai pembibitan, sampai penanaman pohon. Tentu itu juga akan dilaksanakan pada daerah aliran sungai yang lain. Kalau tutupan lahan bagus, maka kualitas air juga akan bagus. Tentu juga akan diiringi dengan upaya-upaya bagaimana mengendalikan limbah industri, domestik dan sebagainya,” ujarnya.

Dinas Lingkungan Hidup Jabar menganggarkan 126 miliar rupiah untuk menangani permasalahan lingkungan di Jawa Barat. Jumlah ini dianggap terlalu kecil oleh WALHI dan menilai pemerintah tidak serius dalam menangani permasalahan lingkungan di Jawa Barat.

IKLH tertinggi saat ini dicapai Papua Barat dengan angka indeks mencapai 85,69 , sedangkan DKI menempati paling bawah dengan angka hanya mencapai 35,78. (INT)