Jadwal Pemilu Tak Kunjung Ketemu

0
3

Tahun 2024 menjadi sangat penting karena pada tahun tersebut bakal ada banyak kontestasi politik. Pemungutan suara pileg dan pilpres bakal dihelat di hari yang sama. Ditambah pilkada seluruh Indonesia juga digelar di 2024 dengan selang hitungan bulan dari pemungutan suara pileg-pilpres.

Komisi II DPR bersama pemerintah dan KPU sebenarnya pernah sepakat pemungutan suara dilaksanakan pada tanggal 21 Februari 2024.

Namun, dalam perkembangan berikutnya, Kemendagri selaku perwakilan pemerintah mengusulkan agar pemungutan suara Pemilu 2024 dilakukan pada 15 Mei.

Dalam rapat di Hotel Aston Bogor pada 2 Oktober, Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri, Bahtiar memberi penjelasan ihwal usulan pemungutan suara Pemilu 2024 digelar 15 Mei dan pilkada serentak pada 27 November 2024. Bahtiar mengatakan itu merupakan hasil rapat bersama Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan pada 27 September.

Pemerintah, kata dia, menginginkan jarak antara pemungutan suara dan pelantikan Presiden baru tidak terlalu lama. Jika ada jeda terlalu lama, dikhawatirkan ada gangguan stabilitas politik dan keamanan. Pertimbangan lainnya adalah UU No. 2 tahun 2011 tentang Partai Politik Pasal 51 Ayat 1 A. Di sana dijelaskan bahwa syarat partai ikut pemilu adalah telah berbadan hukum 2,5 tahun sebelumnya.

KPU menyanggah. KPU menyatakan pertimbangan-pertimbangan pemerintah tidak berdasar jika merujuk pada UU No. 7 tahun 2017 tentang Pemilu.

KPU lalu menyampaikan opsinya. Pertama, pemungutan suara pemilu digelar 21 Februari, sementara pilkada serentak pada 27 November 2024.

Opsi kedua, pemungutan suara pemilu dilaksanakan 15 Mei 2024, tetapi pilkada serentak diundur hingga 19 Februari 2025.

Ihwal jadwal pemungutan suara pilkada yang diundur, KPU mengatakan bisa dilegalisasi dengan penerbitan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (perppu).

KPU menyampaikan opsi-opsi itu didasari beban penyelenggara yang sangat berat jika pemungutan suara dan pilkada dilaksanakan dalam waktu yang berdekatan.

“Sebetulnya tidak ada perdebatan, hanya perbedaan pendapat soal menghitung tahapan Pemilu. Kami punya dua opsi kok, menggabungkan opsi kami dan Pemerintah,” kata Ketua KPU Ilham Saputra saat dikonfirmasi tentang jalannya rapat.

Lantaran tak ada kesepakatan yang dicapai, Pimpinan Komisi II DPR menskors rapat pada pukul 23.00 WIB. Kemendagri selaku perwakilan pemerintah tetap ngotot dengan opsinya.

Rapat lalu dilanjut keesokan harinya di tempat yang sama, yaitu Hotel Aston Bogor pada Minggu, 3 Oktober. Hasilnya, sama. Tak ada kesepakatan bulat.

Pimpinan Komisi II DPR RI mengusulkan agar Pemerintah dan KPU duduk bersama untuk berkomunikasi dan berkonsolidasi lebih lanjut.

 

“Itu biasa saja, yang namanya dinamika kan selalu terjadi. Karena belum ada keputusan bulat, kami mengusulkan Kemendagri melakukan komunikasi dan konsolidasi dengan penyelenggara pemilu terutama KPU,” kata Ketua Komisi II DPR Ahmad Doli Kurnia saat dihubungi.

Pada 4 Oktober, Mendagri Tito Karnavian mengundang tujuh komisioner KPU untuk berdiskusi.

Salah satu komisioner KPU yang hadir menyatakan pihaknya tetap bertahan pada dua opsi yang pernah disampaikan. Mereka bersikukuh karena UUD 1945 menyatakan bahwa KPU berhak menentukan waktu pemungutan suara. Ketua KPU Ilham Saputra enggan menjawab saat dikonfirmasi ihwal pertemuan dengan Mendagri.

Buntut rapat sebelumnya yang tak berujung kesepakatan bersama, pertemuan kembali digelar pada 5 Oktober lalu. Bertempat di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, dihadiri KPU, Bawaslu, DKPP, Pimpinan dan Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) Komisi II DPR RI, serta Dirjen Polpum Kemendagri.

Dalam paparannya, baik KPU maupun Pemerintah tetap bersikukuh pada usulan masing masing. Sementara itu, sikap sembilan fraksi di Komisi II DPR juga terbelah.

Empat fraksi yakni PDI Perjuangan, PKB, PPP dan PKS memilih opsi 21 Februari 2024. Di pihak lain, Golkar, Nasdem, Gerindra, dan PAN setuju dengan usulan Pemerintah agar pemungutan suara pemilu digelar 15 Mei 2024. Hanya Fraksi Demokrat yang belum menentukan sikap.

 

 

Leave a Reply