Jawa Barat Siaga Satu Darurat Bencana 1 November 2018 – 31 Mei 2019

0
333
Bencana alam banjir di Jawa Barat

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menghimbau seluruh warga Jawa Barat untuk mengenali kondisi lingkungan dan tanda-tanda tanah longsor.

Berikut Daerah Rawan Longsor di Jawa Barat:

  1. Kabupaten dan Kota Bogor
  2. Kabupaten dan Kota Sukabumi
  3. Kabupaten Bandung, Bandung Barat, Bandung Selatan
  4. Tasikmalaya

BNPB memprediksi November ini longsor akan terus meningkat mengikuti pola dan curah hujan. Jawa Barat harus mendapat perhatian ekstra karena memiliki daerah rawan bencana paling banyak.

Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan masyarakat harus bisa mengantisipasi tanda-tanda longsor seperti munculnya retakan-retakan di lereng-lereng perbukitan, kemudian terlihat kemiringan pada pohon atau tiang listrik atau apapun yang ada di lereng. Kemudian tiba-tiba muncul mata air-mata air, atau tiba-tiba mata-mata air yang ada tiba-tiba keruh, dan muncul kerikil-kerikil pasir.

Hujan deras yang terus mengguyur Jawa Barat menyebabkan bencana banjir dan tanah longsor di beberapa daerah. Pemerintah Provinsi Jawa Barat pun melakukan tanggap darurat bencana. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan Jawa Barat adalah daerah yang rawan banjir dan tanah longsor. Untuk mengantisipasinya, pemerintah provinsi bersama pemerintah daerah sedang memetakan daerah yang rawan banjir dan longsor di kawasan Jawa Barat. “Saya meminta Bupati Bandung dan Tasik untuk responsif. Bila nanti tidak memadai, barulah tingkat satu yang koordinasikan,” ujar Ridwan.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menetapkan Siaga Satu Bencana Banjir dan Longsor. Karena itu mereka telah menyiapkan tata kelola untuk mengatasi banjir dan longsor.

Beberapa pihak sudah siap sedia seperti Polda Jawa Barat sudah siapkan 4 satgas tanggap bencana. Dimana satgas ini merupakan gabungan dari satgas SAR, satgas Perlindungan, satgas Medis dan satgas Umum. Dimana satgas Umum ini meliputi satgas konseling, manajemen media dan penanganan telekomunikasi. Dan juga pihak kepolisian Jawa Barat telah menerjunkan 673 personel untuk membantu korban banjir. Sedangkan untuk kegiatan operasional, telah disiapkan juga sejumlah alat berat.

Penanganan siaga darurat yang dilakukan BPPD adalah menyiapkan mitigasi untuk bencana yang mungkin terjadi. Kepala BPPD Jawa Barat, Dicky Saromi mengatakan status Siaga Satu Darurat Bencana untuk Jawa Barat telah ditetapkan sejak 1 November 2018 – 31 Mei 2019, hal itu didasari karena masuknya musim hujan.

Ia kemudian menjelaskan jenis bencana adalah banjir dan longsor, sedangkan kawasan paling berpotensi adalah bagian utara dan tengah Jawa Barat. Sedangkan longsor untuk bagian tengah dan selatan Jawa Barat. Dari karakteristik dasar Jawa barat, terkait longsor karena masih rendahnya tutupan lahan atau hutan di Jawa Barat. Idealnya adalah 30 persen, tapi sekarang masih berkisar di angka 20 persen. Ditambah juga dengan beberapa pembangunan pengendalian banjir yang belum tuntas. Dan juga perilaku masyarakat kota yang masih membuang sampah sembarangan sehingga terjadi timbunan sampah.

Tugas untuk mengurangi bencana ada tiga tahap yaitu pra bencana, bencana dan pasca bencana. Namun yang paling penting adalah tahap pra bencana yang selama ini sering dilakukan BPPD Jawa Barat.