Jokowi: Bahan Bakar Energi Baru Terbarukan (EBT) Mesti Terus Dikembangkan

0
321
Presiden Jokowi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan tidak ingin jika pembangkit listrik di Indonesia terus-menerus tergantung pada bahan bakar energi fosil.

Dia mengatakan keinginannya untuk terus mengembangkan
pembangkit listrik dengan bahan bakar energi baru terbarukan (EBT).
“Kita juga tidak ingin mengandalkan batubara, energi fosil,” kata Jokowi
saat meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Ekspansi 1×660 MW
yang terletak di Desa Karangkandri, Slarang dan Manganti, Cilacap, Jawa
Tengah, Senin (25/2/2019).

Ia mencontohkan hingga saat ini telah
banyak dikembangkan pembangkit listrik dengan tenaga angin, air, bahkan
uap di berbagai wilayah di Indonesia. Salah satunya dikembangkan
pembangkit listrik tenaga angin di Sidrap, Jeneponto, yang disebut
Jokowi sudah seperti di Belanda dengan begitu banyak kincir angin besar.
“Dan ini akan kita lanjutkan di tempat lain yang anginnya besar,”
katanya.

Terlebih kata dia, Indonesia cenderung memiliki tingkat
intensitas embusan angin yang besar. Itu juga belum termasuk potensi air
dan uap yang juga sangat bisa dikembangkan sebagai pembangkit listrik
energi alternatif.

Di Cilacap misalnya, baru saja diresmikan oleh
Jokowi PLTU Ekspansi 1×660 MW yang terletak di Desa Karangkandri,
Slarang, dan Manganti, Cilacap, Jawa Tengah.

“Saya sangat
menghargai, ini besar sekali menambah suplai energi listrik baik di Jawa
maupun Bali. Masih ada sisa 1.000 MW yang akan diselesaikan akhirnya
tahun ini,” katanya.

Ia menambahkan, sekarang 98,2 persen listrik
di Indonesia sudah masuk ke rumah-rumah di desa-desa terpencil. “Hanya
tinggal sebagian kecil dan akhir tahun ini 99,9 persen harus sudah masuk
ke semua rumah tangga di air tanah ini,” katanya.

Ia menegaskan,
listrik bukan hanya penting bagi ekonomi dan industri tapi juga bagi
masyarakat di desa-desa terpencil. “Dengan adanya listrik anak-anak bisa
belajar, industri rumah tangga di desa-desa bisa bekerja di malam hari
yang biasanya tidak bisa, inilah pentingnya listrik,” katanya.

Pada kesempatan itu, Jokowi didampingi sejumlah pejabat yakni Menteri ESDM Ignasius Jonan, Menteri BUMN Rini Soemarno, Mensesneg Pratikno, Menteri ATR/Kepala Bappenas Sofyan Djalil, dan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. (ITN)

Leave a Reply