Keluarga Korban Lion Air Gugat Boeing

0
350
Keluarga Korban Lion Air

Peristiwa jatuhnya Lion Air pada Oktober lalu menyisakan masalah baru. Salah satunya tuntutan salah satu keluarga korban kepada pesawat Boeing 737 MAX 8 pada akhir bulan lalu. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan salah satu tuntutan keluarga korban kepada produsen pesawat Boeing adalah hak pribadi.

Orang tua dari korban dr. Rio Nanda Pratama menuntut kejelasan di balik jatuhnya pesawat yang menewaskan anaknya di Pengadilan Sirkuit Cook County di Illinois, kota yang menjadi markas Boeing di Amerika Serikat. Dalam gugatan itu, ia menuduh Boeing tidak cukup memperingatkan Lion Air atau pilotnya tentang kondisi desain pesawat yang tidak aman.

Menggunakan jasa kantor pengacara Colson Hicks Eidson, yang berkantor di Florida, Amerika Serikat. Irianto, ayah dari keluarga korban berharap mendapat fakta atas jatuhnya pewat Lion Iar tersebut. Irianto menyatakan bahwa semua keluarga korban ingin mengetahui kebenaran dan penyebab tragedi ini, agar kesalahan serupa bisa dihindari pada masa mendatang, dan mereka yang bertanggung jawab dibawa ke pengadilan.
“Saya mencari keadilan untuk putra saya dan semua orang yang kehilangan nyawanya dalam insiden itu,” kata Irianto. Curtis Miner dari kantor pengacara Colson Hicks Eidson dalam keterangan resmi membenarkan tentang langkah ini.

“Kami telah mengajukan gugatan terhadap Boeing Company di Pengadilan Circuit, Cook County, Illinois, Amerika Serikat, markas perusahaan Boeing, atas nama klien kami, orang tua dari dokter Rio Nanda Pratama, korban meninggal dunia pesawat Boeing 737 MAX 8 yang jatuh ke laut,” kata Miner.

Dalam menanggapi tuntutan tersebut, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan tuntutan tersebut adalah hak pribadi. “Tuntutan itu adalah hak inndividu, jadi pemerintah tidak mungkin bisa ikut persepsi masing-masing. Karena role – nya udah ada,” ujar Budi. (INT)