Kemenhub Berlakukan Tarif Ojek Online, Berlaku Mulai 1 Mei

0
418
Tarif resmi Ojol berlaku mulai 1 Mei

Setelah melalui diskusi yang alot dengan aplikator dan pengemudi, akhirnya Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menentukan tarif ojek online , Penentuan besaran tarif ini dibagi menjadi tiga zona.

“Di
dalam penentuan tarif ini kita membagi zona menjadi tiga. Masing-masing
zona ini ditandai dengan perbedaan besaran tarifnya,” ujar Dirjen
Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi saat konferensi pers di
kantornya, Jakarta, Senin (25/3/2019).

Adapun pembagian tarif ojek online yang sudah dihitung oleh Kemenhub berdasarkan tiga zona pembagian sebagai berikut.


Zona 1 untuk wilayah Sumatera, Jawa dan bali kecuali Jabodetabek dengan
tarif batas bawah dan atas sebesar Rp1.850-2.300 per kilometer (km).

– Zona 2 untuk Jabodetabek dengan tarif batas bawah dan atas sebesar Rp2.000-2.500 per km.


Zona 3 untuk Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara Barat (NTB) sampai
dengan Maluku dengan tarif batas bawah dan atas sebesar Rp2.100-2.600
per km.

Namun, nominal tarif tersebut baru berdasarkan
penghitungan tarif langsung belum termasuk biaya tidak langsung. Biaya
langsung ini sebesar 20 persen sebagai biaya sewa penggunaan aplikasi
yang nantinya akan ditentukan dalam Surat Keputusan Menteri Perhubungan.

“Biaya
tidak langsung itu sebagai tarif atau biaya jasa yang ada di dalam
pihak aplikator 20 persen. Kemudian yang 80 persen menjadi hak pengemudi
(nominal tarif yang diatur pemerintah),” ucapnya.

Dengan
demikian, jika nominal tarif yang diterima pengemudi ditambah dengan
biaya untuk aplikator sebesar 20 persen. Maka penumpang akan membayar
sebesar:

– Zona 1 untuk wilayah Sumatera, Jawa dan bali kecuali
Jabodetabek dengan tarif batas bawah dan atas sebesar Rp2.220-2.740 per
kilometer (km).

– Zona 2 untuk Jabodetabek dengan tarif batas bawah dan atas sebesar Rp2.400-3.000 per km.


Zona 3 untuk Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara Barat (NTB) sampai
dengan Maluku dengan tarif batas bawah dan atas sebesar Rp2.520-3.120
per km.

Selain itu, ada biaya jasa minimal sebesar Rp8.000-10.000
untuk perjalanan 4 km pertama. Artinya, jika penumpang hanya memesan
untuk perjalanan di bawah 4 km maka tetap membayar Rp8.000-10.000.

“Ini untuk melindungi kepentingan pengemudi dan konsumen agar ada kepastian,” kata dia.

Aturan mengenai tarif ojek online ini akan masuk ke dalam Peraturan Menteri Nomor 12 Tahun 2019 yang akan ditandatangani hari ini. Nominal tarif akan berlaku mulai 1 Mei mendatang karena pemerintah mulai hari ini akan melakukan sosialisasi terlebih dahulu. (INT)

Leave a Reply