Komnas HAM: Kasus Pelanggaran HAM Berat Harus Segera Diusut Tuntas

0
313
Ahmad Taufan Damanik, Ketua Komnas HAM

Sebanyak 10 penyelidikan terhadap dugaan pelanggaraan HAM berat yang telah diserahkan Komnas HAM hingga 2018 kepada Jaksa Agung hingga kini belum ditindaklanjuti. Hal itu terlontar dari lisan Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik.

Pelanggaran HAM berat itu kata Taufan, yaitu penembakan mahasiswa Trisakti, Semanggi I, Semanggi II, peristiwa Mei 1998, peristiwa Talangsari, kasus Wamena, peristiwa Wasior, peristiwa Jambu Keupok, peristiwa Simpang KKA dan Rumoh Geudong.

“Kami meminta Presiden untuk memerintahkan Jaksa Agung agar segera melakukan penyidikan sehingga hasil penyelidikan Komnas HAM 10 berkas bisa dilanjutkan,” kata dia dalam acara peringatan Hari HAM Internasional 2018 di Jakarta, seperti dikutip dari Antaranews, Senin (10/12/2018).

Menurutnya, dalam pertemuan terakhir dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 8 Juni 2018 lalu, terdapat arahan agar kasus tersebut segera dimulai proses yudisialnya. Jalur yudisial diamanatkan dalam Undang-undang Nomor 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia (HAM) untuk dilakukan penyelidikan terhadap pelanggaran HAM berat oleh Komnas HAM dan hasil penyelidikannya sendiri diserahkan kepada penyidik (Jaksa Agung). Untuk mekanisme di luar persidangan, Taufan berujar bahwa terdapat kemungkinan tersebut, namun pihaknya menekankan cara itu tetap harus berlandaskan hukum. Kasus Wamena dan Jambu Kepok disebutnya memiliki kerumitan lebih sedikit dibandingkan kasus 1965 dan 1998 sehingga diharapkan segera dilanjutkan ke tahap penyidikan.

“Waktu itu sudah muncul disebut kasus ini (kasus Wamena dan Jambu Kepok-red), tetapi sampai sekarang gantung lagi,” ucap dia.

Ia menegaskan bahwa kasus-kasus pelanggaran HAM berat ini harus segera diusut tuntas karena merupakan kewajiban negara sebagai bangsa beradab.(INT)

Leave a Reply