Konflik Tanah Terjadi Karena Masyarakat Tidak Memiliki Bukti Hak Hukum

0
336
Preiden Jokowi menyerahkan sertifikat tanah

Presiden Jokowi menjelaskan bahwa sengketa lahan kerap ditemui ketika sedang berkunjung ke sejumlah wilayah di Indonesia. Konflik tanah, kata dia, umumnya terjadi karena masyarakat tidak memiliki bukti hak hukum atas kepemilikan lahannya.

Karenanya, pada Kamis, 21 Maret 2019, Presiden Joko Widodo menyerahkan 5.000 sertifikat tanah kepada warga Kota Bogor dan Kabupaten Bogor di lapangan Bogor Nirwana Residence, Bogor, Jawa Barat.

“Sudah pegang semua ya? Saya ingin dapat keyakinan bahwa yang hadir 5000 orang sudah dapat. Tolong diangkat. Jangan diturunkan dulu, mau saya hitung,” kata Jokowi dalam sambutannya.

Menurut
Jokowi, Badan Pertanahan Nasional semestinya mengeluarkan 116 juta
sertifikat tanah kepada masyarakat. Tetapi, hingga 2015, BPN baru
menerbitkan 46 juta sertifikat, dengan rata-rata 500 ribu sertifikat
yang dikeluarkan per tahun.

“Setahun di seluruh
Indonesia hanya diproduksi 500 ribu sertifikat setahun. Kalau masih 70
juta, nunggunya 160 tahun lagi baru selesai sertifikat. Siapa yang mau
dapat sertifikat 160 tahun lagi? Silakan maju saya beri sepeda,”
ujarnya.

Jika masyarakat telah memegang sertifikat,
Jokowi yakin tidak ada lagi pihak yang berani mengklaim kepemilikan
suatu lahan. Karena itu, Jokowi pun berpesan kepada penerima sertifikat
untuk menjaga dokumen tersebut dengan baik. Misalnya diberi plastik lalu
difotokopi. Salinan tersebut bisa digunakan untuk mengurus sertifikat
baru jika sewaktu-waktu mereka kehilangan sertifikat asli. “Kenapa
diplastik? Kalau genteng bocor, (sertifikat) enggak rusak,” kata dia.

Selain itu, Jokowi juga meminta pemegang sertifikat untuk berhati-hati. Biasanya, kata Jokowi, masyarakat yang sudah memiliki sertifikat ingin “menyekolahkan” sertifikatnya di bank. Jokowi mempersilakan jika mereka mau menggunakan sertifikat untuk mengajukan pinjaman di bank. Tetapi harus dihitung dulu besaran pinjaman dan kemampuan mengangsurnya. (INT)

Leave a Reply