Mahasiswa Indonesia Diduga Kerja Paksa di Taiwan

0
312
Ilustrasi

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Satya Wira Yudha meminta Kementerian
Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) mengusut
kebenaran kabar yang menyebutkan bahwa sedikitnya 300 mahasiswa asal
Indonesia di Taiwan dikabarkan mengalami pemaksaan untuk bekerja oleh
universitasnya melalui skema kerja magang.

“Kemenristekdikti juga harus mengecek kebenarannya, karena bisa diberikan peringatan terhadap universitas tersebut apabila benar adanya,” kata Satya kepada Okezone, Kamis (3/1/2018).

Menurut dia, masyarakat Indonesia jangan cepat termakan isu yang
kebenarannya belum bisa dipertanggungjawabkannya. Kini pihaknya sedang
berkomunikasi secara intensif dengan Kementerian Luar Negeri untuk
mencari kepastian dari kabar tersebut.

Ilustrasi Pekerja Pabrik

“Jangan sampai kita terjebak dengan berita itu yang didorong
adanya persaingan antara agen pengiriman tenaga kerja dengan universitas
setempat,” ujarnya.

Sebagaimana diberitakan, media Taiwan News mengabarkan ada enam
perguruan tinggi Taiwan yang kedapatan mempekerjakan mahasiswa di
pabrik-pabrik. Kabar itu terungkap dari penyelidikan yang dilakukan
anggota parlemen Taiwan, Ko Chieh En.

Ko mengatakan, 300 mahasiswa Indonesia berusia di bawah 20 tahun yang berkuliah di Universitas Hsing Wu dipaksa bekerja. Padahal, ada aturan kementerian setempat bahwa mahasiswa awal tahun tidak boleh diminta bekerja, namun pihak kampus disebut “mengakali” aturan tersebut. (INT)

Leave a Reply