Pejabat OJK Fakhri Hilmi Ditetapkan Tersangka Kasus Jiwasraya

0
10
Fakhri Hilmi

Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal II Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Fakhri Hilmi ditetapkan sebagai tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi PT Jiwasraya. Pengumuman penetapan tersangka Fakhri Hilmi bersamaan dengan 13 korporasi yang menjadi tersangka baru.

“Satu orang tersangka dari Otoritas Jasa Keuangan OJK atas nama FH, saat itu menjabat Kepala Departemen Pengawasan Pasar Modal 2A periode Februari 14-17 [2014-2017]. Diangkat [menjadi] Deputi Komisioner Pengawasan Pasar Modal 2 OJK periode 2017-sekarang,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Hari Setiyono dalam konferensi pers, Kamis (25/6/2020.

“Peran tersangka dikaitkan tugas dan tanggung jawab di jabatan itu dalam kaitan dengan pengelolaan keuangan yang dilakukan PT AJS [Jiwasraya] termasuk perbuatan dilakukan para terdakwa yang sudah disidangkan itu dalam kelola PT AJS,” tegasnya.

Adapun terkait dengan 13 korporasi yang menjadi tersangka, Hari mengatakan ada sekitar Rp 12,157 triliun merupakan bagian perhitungan kerugian, sementara yang sudah dihitung BPK mencapai Rp 16,81 triliun potensi kerugian negara.

Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal II Fakhri Hilmi yang baru saja ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya, diketahui memiliki harta senilai Rp 10,35 miliar. Lebih dari 50% harta Fakhri dalam bentuk uang tunai dan setara kas.

Hal tersebut terungkap dalam Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Fakhri terakhir kali melaporkan LHKPN pada 2019 lalu. (IRS)

Leave a Reply