Penggelapan Rp20 Miliar di Maybank, Korban Dijanjikan Keuntungan 10 Persen

0
30

Bareskrim Polri mengungkapkan bahwa tersangka mantan Kepala Cabang Maybank Cipulir berinisial AT sempat menjanjikan keuntungan 10 persen kepada atlet e-Sport Winda D Lunardi alias Winda Earl dan ibunya Floletta untuk membuat tabungan berjangka di Maybank.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Awi Setiyono mengemukakan bahwa iming-iming keuntungan 10 persen dari nilai tabungan Rp20 miliar dinilai terlalu tinggi dan tidak wajar. Namun, kata Awi, karena tersangka AT cukup meyakinkan, maka Winda dan Floletta masuk dalam jebakan tersebut.

“Korban ini diiming-imingi keuntungan hingga 10 persen secara berjangka, ini kan tidak wajar dan tinggi sekali,” tuturnya, Jumat (6/10/2020).
Baca Juga : Kronologi Raibnya Uang Rp20 Miliar Milik Atlet e-Sport di Maybank

Setelah korban tergiur, kata Awi, tersangka AT juga membuat data palsu atas nama kedua korban agar hanya tersangka AT yang bisa menarik uang itu.

“Sementara data korban di rekening bank itu sendiri tidak pernah ada. Jadi tersangka AT ini memalsukan data-datanya sehingga uangnya bisa ditarik AT,” katanya.

Setelah uang sebesar Rp20 miliar milik korban itu ditarik oleh tersangka AT, kata Awi, tersangka AT langsung memutar uang tersebut ke teman-teman AT.
Baca Juga : Penggelapan Uang Atlet e-Sport di Maybank, Ini Modus Kepala Cabang

“Teman-teman tersangka ini memungkinkan jadi calon tersangka karena memutarkan uang hasil kejahatan,” ujarnya.

Terpisah, Winda D Lunardi melalui kuasa hukumnya Joey Pattinasarany membeberkan raibnya uang Rp20 miliar yang disimpan di Maybank. Joey menjelaskan bahwa uang tersebut diberikan oleh ayah kandung Winda Earl yang merupakan seorang pengusaha kepada Winda sebesar Rp15 miliar dan Rp5 miliar untuk ibunya yang bernama Floletta.

Menurut Joey, uang itu diberikan ayahnya untuk tabungan Winda di masa depan nanti, sekaligus kebutuhan rumah tangga ibunya pada 2015. “Uang tersebut kemudian disimpan di Maybank dan tidak pernah diambil sama sekali oleh Winda dan Ibu Floletta,” tuturnya kepada Bisnis, Jumat (6/11/2020).
Baca Juga : Penggelapan Rp20 Miliar di Maybank, Polri Buru Tersangka Lain

“Di bulan Desember 2019, klien saya tidak pernah lagi mendapat laporan itu dan kita sudah tanya ke Maybank, tapi tidak ada jawaban apapun,” katanya.

Selanjutnya, kata Joey, pada Februari 2020, Floletta berencana mengambil uang di Maybank, tetapi ditolak dengan alasan saldo di rekeningnya tidak cukup. Padahal, menurut Joey, Floletta masih memiliki uang sebesar Rp5 miliar di rekeningnya.

“Pas dicek, rekening ibunya ternyata tinggal Rp17 juta dari Rp5 miliar. Sementara rekening Winda cuma sisa Rp600.000, dari Rp15 miliar,” ujarnya.

(IN)

Leave a Reply