Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet Kemayoran Mulai dibuka bagi pasien Covid-19 tanpa gejala

0
7
Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta

Menara tambahan (Tower 5) Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet Kemayoran mulai dibuka untuk tempat isolasi dan pengobatan pasien Covid-19 tanpa gejala atau OTG pada Jumat (11/9).

“Pembukaan nanti sore dan kita sudah siap menerima pasien-pasien yang menumpuk di luar sana,” kata Komandan Lapangan RS Darurat Wisma Atlet Kemayoran Letkol Muhammad Arifin, Jumat (11/9).

“Hari ini sudah ready, menerima pasien sore mungkin, ya. Kalau semisal paling lambatnya pun Sabtu pagi,” imbuhnya.

Arifin mengatakan saat ini pihaknya terlebih dahulu melakukan sosialisasi kepada masyarakat serta simulasi alur masuk pasien OTG Covid-19.

“Namanya nanti flat isolasi mandiri Kemayoran, walaupun masih satu lingkungan dengan RSD Wisma Atlet. Ini kita persiapkan karena senin PSBB, menerima dari efek-efek [jumlah kasus positif] yang kemarin banyak itu,” kata Arifin.

Arifin yang juga menjabat sebagai pengendali medis dan paramedis RSD Wisma Atlet ini turut memaparkan, sejauh ini Tower 5 berkapasitas sebanyak 886 kamar atau 1.772 tempat tidur. Dalam satu kamar dirancang untuk dua pasien Covid-19. Namun pada dasarnya, satu kamar di Wisma Atlet mampu menampung tiga tempat tidur.

“Tidak menutup kemungkinan apabila ada klaster keluarga, dan mereka menginginkan satu kamar bed tiga juga tidak masalah,” katanya.

Arifin mengatakan tower tambahan ini khusus untuk pasien tanpa gejala, sedangkan pasien dengan gejala akan dirawat di Tower 6 dan Tower 7 RSD Wisma Atlet.

Nantinya, pasien OTG yang berminat menjalani masa isolasi di Tower 5 ini tidak bisa datang secara spontan. Mereka harus mendapatkan rujukan terlebih dahulu dari fasilitas kesehatan setempat.

Langkah itu dilakukan guna memudahkan petugas dan Dinkes DKI Jakarta dalam melakukan penelusuran kontak dan pemetaan wilayah berdasarkan kecamatan di Jakarta.

“Rujukan dari puskesmas, atau fasilitas kesehatan terdekat, atau di kantor ya poliklinik, minimal itu,” jelasnya.

Lebih lanjut, tower tambahan yakni Tower 4 dan 5 ini sedianya mulai difungsikan sejak Selasa (8/9) lalu. Namun karena kesiapan gedung belum seratus persen selesai, rencana itu pun mundur.

Arifin mengatakan sampai saat ini Tower 4 belum dibuka dalam waktu dekat, karena masih membutuhkan perbaikan dalam beberapa hari ke depan. Sampai saat ini, progres perbaikan masih terkendala instalasi listrik.

“Tower 4 masih ada kendala di listrik,” kata dia.

Sedangkan menurut Kepala Penerangan Kogabwilhan I Kolonel Marinir Aris Mudian, keterisian tempat tidur isolasi atau bed occupancy rate di Tower 6 dan Tower 7 Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet telah mencapai sekitar 28 persen atau 1.660 tempat tidur terpakai, per Jumat (10/9).

Artinya, saat ini kapasitas RS rujukan pemerintah itu masih tersisa sekitar 72 persen atau 4.221 tempat tidur, dari total keseluruhan kapasitas di dua menara bangunan atau tower yang berjumlah total 5.871 tempat tidur.

Jumlah kapasitas 5.871 itu, rinciannya untuk rawat umum sebanyak  5.763 tempat tidur, ICCU 45 tempat tidur, lalu ICU 39, dan IGD 24 tempat tidur. (HI)

Leave a Reply