Said Aqil: Banjir Di Kalimantan Selatan Akibat Kerusakan Ekosistem

0
6
Banjir melanda 10 kabupaten/ kota di Kalimantan Selatan pada awal Januari 2021.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj menyoroti banjir yang terjadi di Kalimantan Selatan akibat aktivitas pertambangan dalam peringatan Hari Lahir (Harlah) NU ke-95 yang jatuh pada Minggu (31/1).

Said menuturkan peringatan Harlah NU tahun ini menjadi yang terberat lantaran dilaksanakan bersamaan dengan bencana non-alam Covid-19 serta bencana alam seperti banjir dan gempa bumi.

“Tidak seenaknya menambang, tidak semaunya sendiri menambang. Ini akibatnya banjir di Kalimantan Selatan karena di sana tanahnya sudah menjadi danau-danau, merusak ekosistem bumi,” kata Said dalam agenda peringatan Harlah NU ke-95 yang disiarkan secara daring, Minggu (31/1) malam.

Ia mengungkapkan kerusakan ekosistem di Indonesia juga disebabkan oleh campur tangan manusia. Menurut Said, pelbagai macam peristiwa bencana yang terjadi di awal tahun 2021 ini dapat dijadikan sebagai sarana perenungan untuk bertaubat.

“Kerusakan bumi dan laut akibat ulah tangan manusia. Kalau kebenaran dikalahkan dengan hawa nafsu, maka hancurlah kehidupan di bumi maupun di langit. Luar biasa itu. Itu warning dari Allah,” tambah Said.

Untuk diketahui, banjir melanda 10 kabupaten/ kota di Kalimantan Selatan pada awal Januari 2021. Banjir menewaskan 21 orang dan membuat 63 ribu orang mengungsi.

Dalam kesempatan ini, Said menilai bahwa nasionalisme religius merupakan jangkar untuk mengatasi berbagai potensi disintegrasi akibat SARA dan kesenjangan ekonomi, terlebih di masa pandemi Covid-19 yang berdampak kepada krisis ekonomi dan kesehatan.

Ia berharap seluruh komponen bangsa bisa gotong royong mengatasi pandemi dengan cara bahu-membahu menyokong kaum miskin dan papa yang paling terdampak secara ekonomi, serta berhenti mengoyak persatuan dengan narasi kebencian, hoaks, fitnah, dan insinuasi (tuduhan tersembunyi).

“NU berharap masyarakat bijak dengan menggunakan media sosial sebagai instrumen merajut silaturahim, menganyam persatuan, dan alat menyebarkan kebaikan dengan ilmu dan informasi yang bermanfaat. Saring sebelum sharing, posting yang penting, jangan yang penting posting,” lanjut Said.

(IN)

Leave a Reply