Satgas Penanganan Covid-19: Masyarakat Belum Disiplin Terapkan Protokol Kesehatan

0
5
Beberapa masyarakat belum disiplin menerapkan protokol kesehatan

Juru Bicara sekaligus Ketua Tim Pakar Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito  menyebut ada beberapa penyebab konfirmasi korban Covid-19 menunjukkan peningkatan. Pertama masyarakat belum disiplin menerapkan protokol kesehatan. Selain itu beberapa perilaku masyarakat yang berkerumun sehingga menimbulkan risiko penularan.

“Seiring berjalan waktu, kami lihat masyarakat makin lengah mengabaikan protokol kesehatan. Masyarakat seolah tidak memiliki empati meski begitu banyak korban Covid-19,” katanya dalam keterangan pers dari Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (24/9/2020).

Selanjutnya dia menyebut sebagian masyarakat takut melakukan testing ketika memiliki gejala. Sebab, ada kekhawatiran stigma negatif dan ketakutan biaya tinggi saat perawatan apabila positif Covid-19.

“Kami imbau agar masyarakat tidak pandang negatif pada mereka yang positif Covid-19 karena penyakit ini bukan penyakit yang memalukan. Siapapun yang terkena Covid-19 harus kita bantu dan sembuhkan. Dan tidak usah khawatir terhadap biaya perawatan karena seluruhnya ditanggung pemerintah baik BPJS atau tidak dengan BPJS,” ujar Wiku.

Dia mengaku, bahwa melihat ada tren berita terjadi konspirasi anti Covid-19 yang belum tervalidasi dan tidak berbasis pada data ilmiah yang sayangnya dipercaya masyarakat. Wiku mengimbau kepada masyarakat betul-betul bekerja sama karena pemerintah tidak bisa bekerja sendiri.

Informasi saja, Per 20 September 2020, secara nasional kenaikan kasus mencapai 8,4%. Penyumbang kasus tertinggi dari kenaikan kasus tertinggi ini dari provinsi Jawa Barat, Banten, Sulsel, Riau, dan Papua. Sedangkan jumah kasus tertinggi berasal dari DKI, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jabar, dan Sulsel.

Sedangkan per Kamis (24/9/2020) pukul 12.00 WIB, kasus konfirmasi positif Covid-19 sudah mencapai 257.388. Dari jumlah itu sebanyak 187.958 sembuh dan 9.977 meninggal. (IN)

Leave a Reply