Seorang Pasukan Penjaga Perdamaian PBB Asal Indonesia Gugur di Kongo

0
8

Pemerintah Indonesia menyampaikan belasungkawa terhadap keluarga mendiang Serma Rama Wahyudi yang meninggal dunia saat bertugas menjadi pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Republik Demokratik Kongo.

“Penghargaan setinggi-tingginya kepada Alm. Serma Rama Wahyudi atas pengabdiannya dalam menjaga perdamaian dunia. Semoga keluarga yang ditinggalkan selalu diberikan ketabahan,” kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi melalui pernyataan pada Rabu (24/6).

Berdasarkan laporan yang diterima dari misi perdamaian PBB di Republik Demokratik Kongo (MONUSCO), Serma dan satu personel Indonesia lainnya, M Syafli Makbul, diserang kelompok bersenjata Allied Democratic Forces (ADF) saat berpatroli di sekitar 20 kilometer dari Kota Beni di Provinsi North Kivu.

Retno mengatakan saat ini Syafli masih dalam perawatan intensif di rumah sakit di Kongo.

“DK PBB telah mengutuk keras serangan kepada MONUSCO dan meminta otoritas Kongo untuk melakukan investigasi dan membawa pelakunya ke meja pengadilan,” tutur Retno.

MONUSCO adalah misi pemelihara perdamaian PBB di Republik Demokratik Kongo, dan merupakan misi PBB terbesar ke-2 di dunia. Saat ini terdapat 1.047 orang personel Indonesia yang ditugaskan di sana.

Kepala Kesatuan MONUSCO, Leila Zerrougui, menuturkan sebagian besar anggota ADF merupakan Muslim asal Uganda yang menentang pemerintahan Presiden Uganda Yoweri Museveni.

Pada 1995 ADF pindah ke Kongo, kemudian menjadikannya markas operasi. Menurut data PBB, ADF sudah membunuh lebih dari 500 orang sejak akhir Oktober ketika tentara Kongo bersikap tegas kepadanya.

Pada 2017 ADF telah membunuh 15 tentara PBB di dekat perbatasan Uganda, lalu pada 2018 membunuh tujuh orang lainnya dalam serangan mendadak. (IN)

Leave a Reply