Tarif Tiket Penerbangan Murah Kini Telah Berakhir

0
349
Era tiket pesawat murah berakhir

Era tiket penerbangan murah berakhir. Penumpang pesawat maskapai low cost carrier (LCC) kini harus merogoh kantong lebih dalam jika membawa bagasi.

Baru-baru ini, Lion Air Group dan Citilink mengumumkan tidak lagi menggratiskan bagasi penumpang pesawat untuk penerbangan domestik. Kebijakan tersebut memicu pro-kontra. Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) bahkan menuding pencabutan fasilitas bagasi gratis sebagai upaya menaikkan tarif pesawat secara terselubung.

Menurut YLKI, pengenaan bagasi berbayar berpotensi melanggar
ketentuan batas atas tarif pesawat. “Karena itu, seharusnya Kementerian
Perhubungan (Kemenhub) bukan hanya meminta pihak maskapai untuk menunda
pemberlakuan bagasi berbayar, namun juga mengatur besaran dan mengawasi
pelaksanaan bagasi berbayar tersebut,” ujar Ketua Pengurus Harian YLKI
Tulus Abadi di Jakarta kemarin.

Menurut Tulus, pemerintah harus terus mengawasi penerapan biaya
bagasi untuk maskapai berbiaya murah tersebut. Menurutnya, jangan sampai
pengenaan bagasi berbayar menjadi semena-mena sehingga pada akhirnya
menyebabkan biaya tiket penerbangan menyundul tarif batas atas.

“Jangan sampai menyundul tarif maskapai yang selama ini
menerapkan full services policy seperti Garuda Indonesia dan Batik Air,”
tandasnya. Kendati mendapat kritikan, kalangan pengusaha penerbangan
yang tergabung dalam Indonesia National Air Carrier (Inaca) atau
Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia menegaskan bahwa
harga tiket pesawat yang ada saat ini masih sesuai tarif batas atas.

Hal ini mengacu pada beleid terkait tarif batas atas tiket
penerbangan yang diatur oleh Kemenhub. “Seluruh maskapai telah
menerapkan tarif penerbangan dalam koridor batas atas dan bawah.
Kebijakan tarif selalu berpihak kepada masyarakat,” ujar Ketua Inaca
Askhara Danadiputra di Jakarta, Kamis (10/1).

Seperti diketahui, awal pekan ini perusahaan penerbangan Lion Air
Grup mengumumkan bahwa mulai 8 Januari lalu maskapai yang berada dalam
lingkungan operasionalnya, yakni Lion Air dan Wings Air, tidak lagi
menggratiskan bagasi penumpang.

Corporate Communications Strategic of Lion Air Group Danang
Mandala Prihantoro dalam keterangan persnya menyatakan, barang bawaan
dan bagasi seluruh penerbangan domestik Lion Air tidak diberlakukan
bagasi cuma-cuma yakni sebanyak 20 kg per penumpang. Hal yang sama
diterapkan juga untuk seluruh penerbangan domestik Wings Air.

“Sehubungan dengan ini, setiap calon penumpang dapat membeli
voucher bagasi dengan harga terjangkau dan lebih hemat bersamaan
pembelian tiket (issued ticket) atau sesudah pembelian tiket dengan
batas waktu enam jam sebelum keberangkatan,” ujar dia.

Berdasarkan informasi yang beredar, tarif bagasi yang di tetapkan
Lion Air Group bervariasi tergantung kota tujuan dan berat bagasinya.
Kisaran tarif bagasi untuk bobot minimal 5 kg mencapai Rp155.00.
Sementara untuk rute terjauh, tarif bagasinya diperkirakan di atas
Rp600.000.

Maskapai Citilink dalam pengumumannya menyampaikan, anak usaha
Garuda Indonesia itu akan memberlakukan ketentuan baru bagi penumpang
yang hendak bepergian dengan membawa bagasi tercatat pada rute-rute
penerbangan domestik.

“Ketentuan yang akan diberlakukan untuk bagasi tercatat penumpang merupakan penyesuaian dari Permenhub RI No PM 185/2015 mengenai Standar Pelayanan Penumpang Kelas Ekonomi,” ujar penjabat sementara Vice President Sales and Distribution PT Citilink Indonesia Amalia Yaksa. (INT)

Leave a Reply