Teror

0
601
Benda diduga bom ditemukan di rumah Ketua KPK

Dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi, Agus
Rahardjo dan Laode M Syarief, diteror orang tak dikenal. Rumah Laode dilempari
bom molotov, sedangkan di rumah Agus ditemukan benda mirip bom.

Mungkin tidak ada hubungannya, yang jelas peristiwa
itu terjadi pada Rabu dini hari, 9 Januari 2019, atau beberapa hari setelah KPK
memberlakukan penggunaan borgol bagi para tahanan kasus korupsi.

Sebelumnya, penyidik KPK Novel Baswedan disiram air
keras. Peristiwa itu terjadi di  dekat
rumahnya, selepas subuh. Penyerangan terhadap Novel diduga berkaitan dengan
kasus yang sedang ditangani KPK. Hingga kini motifnya tidak diketahui lantaran
para pelakunya belum tertangkap.

Maka, selain kasus Novel Baswedan, mereka yang
antikorupsi kini juga berharap kepolisian sesegera mungkin dapat menangkap
pelaku teror terhadap Ketua KPK Agus Rahardjo dan Wakil Ketua KPK Laode M
Syarief sekaligus  mengungkap terang
benderang motifnya.

Kini, siapa pun yang menginginkan negeri ini terbebas
dari korupsi, patut memberi dukungan kepada pimpinan KPK untuk terus menyikat
habis para pelaku tindak pidana korupsi. Itulah sikap yang ditunjukkan oleh
Novel Baswedan.

Lepas dari hal itu, jikapun memang teror terhadap Agus
Rahardjo dan Laode M Syarief (juga terhadap Novel Baswedan) bertujuan politik,
para pelakunya, sekalipun melakukan teror dengan bom seperti halnya teroris,
mereka tidak disebut teroris.   

Leave a Reply