Tito: Beberapa Kantor Pemerintahan Menjadi Klaster Penularan Corona

0
18
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meminta seluruh pegawai hati-hati dalam bekerja dan mematuhi protokol kesehatan agar Kemendagri tak menjadi klaster penularan virus corona. Hal ini terkait adanya informasi bahwa kantor pemerintahan telah menjadi klaster penularan virus corona (Covid-19).

Tito tidak merinci kantor pemerintah yang telah menjadi klaster penularan virus corona. Dia hanya meminta PNS eselon I dan II di Kemendagri untuk selalu memberikan pemahaman dan mengingatkan kepada bawahannya masing-masing ihwal penularan virus corona.

“Betul-betul harus hati-hati karena beberapa kantor pemerintahan itu menjadi klaster baru,” kata Tito lewat siaran pers, Senin (27/7).

Perlu pula diambil langkah tertentu guna mencegah penularan. Tito mengingatkan bahwa penularan corona rentan terjadi di perkantoran.

“Jika di dalam ruangan tidak perlu pakai AC. Kalau mau pakai AC sebelumnya yang lain-lain, seperti ventilasi dibuka supaya terjadi aliran udara keluar. Kemudian buka gorden yang banyak supaya sinar matahari masuk, karena sinar matahari akan membunuh protein RNA yang ada di virus Covid-19,” kata dia.

Tito tak mau Kemendagri jadi klaster penularan virus corona. Dia ingin Kemendagri justru menjadi contoh penularan tidak terjadi berkat protokol kesehatan yang benar-benar dipatuhi.

“Saya mengharapkan betul supaya (disampaikan) dan berdoa supaya Kemendagri ini tidak terjadi penularan Covid-19 atau jadi klaster baru. Karena bagaimana kita akan bicara keluar tentang penanganan Covid kalau kantor Kemendagri sendiri tidak bisa menjadi contoh,” kata Tito.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 pernah menyampaikan bahwa penularan virus corona rentan terjadi di perkantoran, karena sirkulasi udara yang buruk. Pegawai yang kurang disiplin mematuhi protokol kesehatan juga turut menjadi faktor.

Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta juga sudah angkat suara ihwal sejumlah perkantoran menjadi klaster corona. Kepala Dinas Kesehatan Widiastuti mengatakan ada protokol kesehatan yang tidak dilakukan di momen tertentu, sehingga terjadi penularan.

“Contoh di luar kantor jam istirahat makan dan pada saat makan lupa. Kan pasti buka masker dan berhadap-hadapan, itu berisiko,” kata Widiastuti di kompleks Balaikota DKI Jakarta, Kamis (23/7). (HP)

Leave a Reply