KPK Cegah Robert Tantular Keluar Negeri

0
341
Robert Tantular

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pencegahan untuk tak
bepergian ke luar negeri terhadap eks Dirut Bank Century Robert
Tantular.

Menurut Juru Bicara KPK Febri Diansyah, bilamana surat permintaan pencegahan keluar negeri terhadap Robert sudah dilayangkan pihaknya ke Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM pertengahan Desember 2018.

“KPK melakukan pelarangan ke luar negeri terhadap Robert Tantular
sejak sebelum pertengahan Desember,” ungkap Febri di Gedung Merah
Putih, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (27/12/2018).

Febri menjelaskan, bila pencegahan kepada Robert bertujuan untuk melakukan penyelidikan kasus dugaan korupsi pemberian Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) dan penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik.

“Untuk kebutuhan proses penyelidikan di KPK. Permintaan
keterangan sudah dilakukan pada bulan Desember ini di kantor KPK, tapi
karena prosesnya penyelidikan tentu tidak bisa disampaikan secara lebih
rinci,” beber Febri.

Selain
itu, Febri memaparkan bila hingga sekarang sudah sekitar 40 orang sudah
diminta keterangan dalam penyelidikan baru kasus dugaan korupsi Bank
Century ini. Dimana bertujuan untuk mendalami fakta-fakta dalam kasus
ini.

“Kami ingin jauh lebih dalam mengamati fakta-fakta yang ada terkait dengan hal ini,” tegas dia.

Diketahui, Robert Tantular saat ini tengah menjalani masa bebas
bersyarat usai menjalani masa hukuman sekitar 10 tahun penjara. Dia
divonis 21 tahun hukuman penjara terkait kasus perbankan dan pencucian
uang.

Diketahui dalam perkara ini, Budi Mulya divonis sepuluh tahun
penjara di tingkat pertama atau Pengadilan Tipikor. Jaksa melakukan
upaya hukum lanjutan, yang kemudian hukuman terhadap Budi Mulya
diperberat menjadi 15 tahun penjara.

Mereka yang diketahui telah diminta keterangannya antara lain,
mantan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) , Miranda Swaray
Goeltom, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh
Santoso.

Kemudian ada mantan Wakil Presiden yang juga mantan Gubernur BI Boediono, serta Komisaris Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, yang juga mantan Deputi Gubernur BI Bidang 3 Kebijakan Moneter, Hartadi Agus Sarwono. (INT)

Leave a Reply