Utang Pemerintah Meningkat Demi Mengatasi Dampak Pandemi Covid-19,

0
8
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menilai peningkatan rasio utang pemerintah terhadap produk domestik bruto (PDB) harus dilakukan untuk mengatasi dampak pandemi Covid-19. Termasuk peningkatan rasio utang pemerintah demi menekan dampak pandemi Corona di Indonesia.

“Kalau ada orang bilang utang kita berlebihan segala macam, ya memang harus dilakukan tapi masih sangat-sangat terkendali,” ujar Luhut di Jakarta, Minggu (26/7/2020).

Dia mengungkapkan rasio utang pemerintah akan berada di level 38,1 persen hingga 2023. Peningkatan rasio ini terjadi seiring jumlah utang pemerintah meningkat demi menutupi kebutuhan defisit anggaran. “Kalau bisa ditangani dengan baik beban utang bakal berkurang,” katanya

Sebagai informasi, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat posisi utang Indonesia saat ini, didominasi oleh Surat Berharga Negara (SBN) berdenominasi rupiah. Posisi utang pemerintah per akhir Juni 2020 meningkat menjadi Rp5.264,07 triliun.

Utang tersebut bertambah Rp484,8 triliun dari posisi akhir 2019 Rp 4.779 triliun seiring kebutuhan dana untuk menangani masalah kesehatan dan pemulihan ekonomi nasional akibat Covid-19. (HP)

Leave a Reply