Panitia Seleksi Calon Pimpinan dan Calon Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi mengumumkan 20 orang capim KPK yang lolos seleksi profile assessment. Adapun profile assessment capim dan dewas KPK masa jabatan 2024-2029 telah dilaksanakan pada tanggal 28-29 Agustus 2024 yang diikuti oleh 40 orang capim KPK dan 40 orang calon dewas KPK.
“Dari jumlah peserta profile assessment tersebut yang dinyatakan lulus masing-masing untuk capim ada 20 orang dan dewas ada 20 calon,” kata Ketua Pansel KPK Muhammad Yusuf Ateh di Gedung Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta Pusat, Rabu (11/9/2024).
Berikut ini 20 nama capim KPK yang lolos seleksi
- Agus Joko Pramono
- Ahmad Alamsyah Saragih
- Didik Agung Widjanarko
- Djoko Poerwanto
- Fitroh Rohcahyanto
- Harli Siregar
- I Nyoman Wara
- Ibnu Basuki Widodo
- Ida Budhiati
- Johan Budi Sapto Pribowo
- Johanis Tanak
- Michael Rolandi Cesnanta Brata
- Muhammad Yusuf
- Pahala Nainggolan
- Poengky Indarti
- Sang Made Mahendrajaya
- Setyo Budiyanto
- Sugeng Purnomo
- Wawan Wardiana
- Yanuar Nugroho
Sementara Direktur Eksekutif Integritas Studies Center (ISC) Hendrik Aryanto Sinaga, SH,MH menilai khusus 20 Capim KPK yang lolos profile Assesment yang dilakukan oleh Pansel KPK masih belum maksimal dikarenakan nama-nama yang lolos tidak sesuai harapan masyarakat.
Lembaga KPK saat ini sedang ambruk alias kepercayaan dari Masyarakat turun dikarenakan berbagai kasus di Lembaga KPK itu sendiri mulai kasus suap di Lapas KPK dan Kasus Ketua KPK Firli dan banyak kasus yang sedang menjadi sorotan di KPK.
“KPK membutuhkan orang-orang yang ber-Integritas untuk membawa KPK ke jalur yang benar, jangan berikan kepada orang-orang yang mencari pekerjaan tapi yang mau berjuang dan berkorban melawan korupsi yang buat negara kita hancur” Ujar Hendrik kepada redaksi Integritasonline, Rabu, (11/9/2024)
Hendrik menambahkan dari 20 nama ada beberapa yang patut didukung dan semoga tidak sengaja dikeluarkan karena jejak beliau sangat cocok untuk memimpin di Lembaga KPK yang sedang terpuruk ini.
Sosok Muhamad Yusuf mantan Ketua PPATK sangat cocok untuk mengantikan Firli, beliau ini memiliki rekam jejak digital yang luarbiasa masih ada beberapa nama namun tidak etis saya sebutkan satu persatu karena saat ini dalam tahap wawancara namun kiranya Masyarakat juga tetap memberikan masukan untuk pansel dan untuk DPR yang akan melakukan Fit and Profer sehingga komisioner yang dipilih saat ini yang benar-benar yang memiliki Integritas dan bukan sedang mencari pekerjaan.
“Kita mencari komisioner yang berani dan mau berkorban untuk memberantas korupsi dan tentunya yang memiliki Integritas” tutup Hendrik yang berlatar belakang sebagai advokat.
Peserta yang dinyatakan lulus diwajibkan mengikuti seleksi tahap berikutnya, yaitu Wawancara serta Tes Kesehatan Jasmani dan Rohani, yang akan diselenggarakan pada tanggal 17 sampai dengan 20 September 2024. (IRS)








































