“NYOK, KITE VAKSIN!”

0
10

Pemerintah DKI Jakarta resmi menggelar vaksinasi Covid-19 untuk masyarakat umum dengan syarat berusia 18 tahun ke atas. Vaksin yang digunakan berjenis AstraZeneca.

Menurut akun media sosial @DKIJakarta, saat ini warga berusia 18 tahun ke atas bisa mulai mendaftarkan diri hanya dengan membawa KTP dan surat keterangan domisili dari RT. “Saat ini vaksinasi Covid-19 untuk kelompok usia produktif sudah dimulai (usia 18 tahun ke atas) silahkan berkoordinasi dengan puskesmas dekat dengan domisili dengan membawa KTP DKI Jakarta atau surat keterangan domisili dari RT,” tulis akun @DKIJakarta.

Program vaksinasi ini menggunakan AstraZeneca dan terbuka untuk masyarakat umum berusia 18 tahun ke atas yang memiliki KTP elektronik DKI Jakarta atau KTP elektronik non-DKI ber-Surat Keterangan Domisili yang dikeluarkan oleh RT dan RW (cap basah) di wilayah DKI yang menyatakan bahwa penerima vaksin telah berdomisili minimal selama enam bulan di DKI Jakarta.

Pendaftaran vaksinasi melalui website juga berlangsung mulai Rabu (9/6/2021), dan akan berlangsung hingga 30 Juni 2021. Setiap hari selama periode tersebut, SVS menyediakan 500 kuota per hari. Pendaftaran dimulai 9 Juni 2021 pukul 10.00 WIB melalui situs web https://www.vaksinasiserviam.com.

Jika masih ada pertanyaan silahkan hubungi Posko Penanggulangan Covid-19 Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta di nomor telepon 081112112112 dan 081388376955.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia mengatakan, tidak ada syarat khusus untuk mendapat pelayanan vaksinasi Covid-19 kategori masyarakat umum. Vaksinasi Covid-19 terbuka untuk seluruh warga yang sering beraktivitas di wilayah DKI Jakarta, baik ber-KTP Jakarta maupun luar Jakarta.

“Kan KTP-nya enggak semua DKI, tetap dilayani. Intinya, orang beraktivitas, yang kalau malam tinggalnya di sekitar DKI, tapi kerja di DKI,” kata Dwi.

Dia mengatakan, calon penerima vaksin hanya perlu datang ke fasilitas kesehatan yang sudah menyediakan pelayanan vaksinasi seperti puskesmas dan rumah sakit.

Sistem layanan vaksinasi untuk masyarakat umum ini dilakukan secara langsung, penerima vaksin datang ke fasilitas kesehatan saat jam layanan vaksinasi diberikan.

Namun, Dwi meminta masyarakat datang pada saat jam operasional layanan vaksin dibuka yang sudah ditentukan, yakni pukul 08.00-15.00 WIB. Sebab, di luar jam pelayanan tersebut, proses vaksinasi dihentikan untuk mengurangi risiko vaksin terbuang setelah dibuka.

Satu botol vaksin kan untuk 8-9 orang, jadi kalau mau setiap saat ada layanan vaksin, potensi kalau (botol vaksin) sudah dibuka akan terbuang kalau cuma satu yang datang,” ucap dia.

Sehingga, perlu diatur operasional jam layanan vaksinasi sesuai dengan daya tahan vaksin setelah wadah dibuka.

 

Leave a Reply