Jakarta, integritasonline.com – Asosiasi Profesi Produktivitas Indonesia (APPRODI) menegaskan pentingnya menjadikan produktivitas sebagai mesin utama pertumbuhan ekonomi nasional dalam rangka mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Hal tersebut disampaikan Ketua Umum APPRODI, Sanggam Purba, dalam sambutannya pada Konferensi Nasional Produktivitas yang dirangkaikan dengan pelantikan pengurus baru periode 2026–2031 di Jakarta, Sabtu (25/4).
Dalam forum yang dihadiri sekitar 400 peserta secara hybrid dari berbagai daerah di Indonesia, Sanggam menekankan bahwa peningkatan produktivitas harus dilakukan secara serius, konsisten, dan berkelanjutan. Menurutnya, langkah tersebut menjadi fondasi penting dalam memperkuat perekonomian, mengurangi kemiskinan, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“Produktivitas harus ditempatkan sebagai kunci sentral dan mesin pertumbuhan ekonomi. Kita perlu beralih dari strategi berbasis input menjadi strategi berbasis produktivitas,” ujarnya.
Selama lima tahun pertama kepengurusan, APPRODI mencatat perkembangan signifikan dengan jumlah anggota mencapai sekitar 1.500 orang. Organisasi ini juga telah membentuk kepengurusan daerah di sejumlah provinsi, seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Sumatera Selatan, serta di tingkat kabupaten/kota seperti Bekasi Raya dan Bandung Barat.
Berbagai program telah dijalankan, mulai dari pengembangan kompetensi SDM, layanan konsultansi dan pengukuran produktivitas, hingga kegiatan berbagi pengetahuan melalui webinar, diskusi, dan publikasi ilmiah. Ke depan, APPRODI berkomitmen menjalankan delapan program strategis, termasuk penguatan budaya produktif, inovasi teknologi, serta pengembangan sistem manajemen yang efisien dan berdaya saing.
Dalam kesempatan tersebut, APPRODI juga menyoroti pentingnya percepatan implementasi Gerakan Nasional Peningkatan Produktivitas dan Daya Saing (GNP2DS) sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 1 Tahun 2023 tentang Lembaga Produktivitas Nasional (LPN). Organisasi ini menyatakan siap berkontribusi aktif dalam mendukung gerakan tersebut melalui berbagai layanan dan implementasi metode peningkatan produktivitas.
Sanggam optimistis, jika gerakan peningkatan produktivitas dijalankan secara konsisten, target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen dapat tercapai.
Selain itu, APPRODI menyampaikan lima rekomendasi prioritas untuk mendukung perbaikan ekonomi nasional. Di antaranya adalah menjadikan produktivitas sebagai indikator utama pembangunan, memperkuat kelembagaan produktivitas, mendorong deklarasi nasional gerakan produktivitas, serta mengembangkan sistem pengupahan berbasis produktivitas.
“Budaya produktif harus menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, di mana setiap hari harus lebih baik dari hari sebelumnya,” kata Sanggam.
Menutup sambutannya, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan—pemerintah, dunia usaha, akademisi, masyarakat, dan media—untuk bersinergi dalam membangun ekosistem produktivitas nasional.
“Marilah kita berkomitmen bersama untuk memproduktifkan Indonesia demi masa depan yang lebih maju dan berdaya saing,” pungkasnya.





































