Industri Penerbangan, Perhotelan dan Restoran Susah Bertahan di Tengah Pandemi Covid-19

0
4
Mantan menteri keuangan Chatib Basri

Mantan menteri keuangan Chatib Basri memperkirakan beberapa industri seperti penerbangan, perhotelan dan restoran tidak akan mampu bertahan di tengah pandemi virus corona (Covid-19). Hal itu terjadi bila tingkat pergerakan penumpang atau pengunjungnya belum mencapai batas minimal tertentu.

Menurut dia, jika industri tersebut belum bisa bangkit, kemungkinan akan gulung tikar. “Ketika rugi enam bulan, dari sekarang hotel, maskapai, dan restoran bisa tutup. Sebab lebih murah untuk tutup ketimbang mereka buka,” ujar dia dalam konferensi pers, Selasa, (28/7/2020).

Dia juga menjelaskan, penerbangan akan mampu bertahan bila pergerakan penumpangnya mencapai 60 persen dari angka normal. Sementara hotel dapat hidup seandainya okupansi tamunya tidak kurang dari 50 persen.

“Dan restoran diperkirakan bakal dapat terus beroperasi seandainya pengunjungnya mencapai 40 persen,” ucap dia.

Karena itu, volume penumpang maskapai atau pengunjung hotel dan restoran tidak akan bisa meningkat bila negara belum juga kelar menyelesaikan masalah pandemi ini.

“Oleh karena itu tidak bisa menyelesaikan ekonomi tanpa menyelesaikan pandemi karena volume tak akan bisa di-adress,” jelas dia. (PH)

Leave a Reply