Kali Bekasi yang melewati Jalan Mayor M Hasibuan, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi dipenuhi dengan busa putih pada Senin (27/9). Selain berbusa, tercium bau yang menyengat saat melintasi kali tersebut. Buih bak salju memenuhi aliran sungai alam yang hulunya di wilayah Bogor tersebut. Dan ini sudah sering terjadi.
Buih-buih yang membentuk gumpalan busa itu terbentuk dari air yang terjun dari bendung Bekasi. Kemudian, busa itu terbawa arus menuju hilir.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi Yayan Yuliana mengatakan aliran Kali Bekasi yang berbusa diduga berasal dari wilayah Bogor.
“Kalau menelusuri kali, kita sering menelusuri kali. Cuma kalau kejadiannya dari wilayah Bogor itu kan wilayah orang juga,” katanya, Senin (27/9/2021).
Kejadian Kali Bekasi menimbulkan busa juga sudah sering terjadi pada saat musim hujan.
“Kita sering kali berbusa itu, memang kondisi air dari hulu kan begitu, dari perbatasan kita dengan Bogor di pangkalan 5 juga berbusa, di Curug Parigi, air kan mengalir terus dari hulu ke hilir,” katanya.
Dia juga pastikan, ketika ada kesengajaan pembuangan limbah dari perusahaan yang ada di Kota Bekasi, pihaknya akan mengambil tindakan tegas.
“Kita kalau misalkan ada yang menyebabkan limbah itu dari Kota Bekasi kita akan ambil tindakan, siapapun itu,” tegasnya.
Di pertengahan tahun 2020 kejadian serupa sudah pernah terjadi. Walikota Bekasi Rachmat Effendi saat itu mengaku sudah pernah melaporkan ke kementerian dan pihak gubernur. Rahmat menuding sumber pencemaran berasal dari sejumlah industri di wilayah Cileungsi, Kabupaten Bogor. Sebab, hasil penelusuran limbah sudah ada di wilayah perbatasan tak jauh dari Curug Parigi yang sekarang menjadi destinasi wisata alam di Bekasi.
“Saya yakin itu limbah bukan dari hulu-hulu banget dari Hambalang itu tidak. Paling di kawasan pabrik-pabrik saja yang dari Cileungsi sana,” kata Rahmat Effendi.
Melihat jenis pencemarannya yang selalu menimbulkan busa tebal, Rahmat Effendi menilai seharusnya sumber pencemaran sudah bisa terdeteksi oleh pemilik wilayah.
Jenisnya sama berbusa seperti itu dan pasti dari pabrik yang sama dan mengeluarkan limbah yang sama,” kata dia. Rahmat mengatakan, Pemprov Jawa Barat dinilai bisa menyelesaikan permasalahan limbah. Sebab, Kali Bekasi mengalir dari Bogor ke Bekasi dimana ada dua pemerintahan.
“Harusnya ditambah lagi dengan Polres dan Kajari. Saya nanti mau ngomong dengan Pak Kapolres dan Pak Kajari. Tapi kan kalau pelanggarannya di sana (Bogor), kita tidak bisa apa-apa,” kata Rahmat Effendi.







































