Waspada Ginjal Akut Anak, Sementara Hindari Parasetamol Sirup

0
38

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) melaporkan, terdapat 192 kasus gangguan ginjal akut misterius atau gangguan ginjal akut progresif atipikal pada anak-anak hingga Selasa (18/10/2022). Ketua Pengurus Pusat IDAI, dr. Piprim Basarah Yanuarso, SpA(K) mengatakan, kasus-kasus itu ditemukan di 20 provinsi di Indonesia, termasuk DKI Jakarta, Jawa Barat, hingga Aceh.

Namun, Piprim mengklarifikasi, banyaknya penderita gangguan ginjal akut misterius ini bukan berarti karena adanya lonjakan kasus. Melainkan data dari cabang IDAI di beberapa provinsi yang baru diterima belakangan. “Yang sudah terkumpul di kami adalah 192 kasus, dari 20 provinsi,” kata Piprim dalam konferensi pers secara daring, Selasa (18/10/2022).

Berdasarkan sebarannya, kasus gangguan ginjal akut (acute kidney injury atau AKI) paling banyak tersebar di DKI Jakarta dengan total mencapai 50 kasus. Diikuti Jawa Barat sebanyak 24 kasus, Jawa Timur 24 kasus, Sumatera Barat 21 kasus, Aceh 18 kasus, dan Bali 17 kasus. Sedangkan provinsi lainnya berkisar antara 1-2 kasus.

Hingga kini, belum ditemukan penyebab pasti seratusan kasus gangguan ginjal akut misterius di Indonesia. Namun sebagai antisipasi, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menganjurkan warga Indonesia untuk tidak mengkonsumsi obat parasetamol sirup dulu.

“IDAI merekomendasikan untuk sementara ini kita belum jelas buktinya, untuk menghindarkan konsumsi obat-obat seperti ini,” katanya.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI telah menegaskan, sirup obat batuk yang beredar di Gambia tidak beredar di Indonesia. Namun terkait kematian anak di Gambia dengan kondisi cedera ginjal. Pakar farmasi dari UGM, Prof Zullies menduga, ada zat selain parasetamol dalam obat tersebut yang menjadi pemicu.

“Dugaan saya, bukan parasetamolnya yang berbahaya, tapi mungkin ada bahan lain yang menyebabkan risiko kematian. Berdasarkan analisis laboratorium WHO, ditemukan bahan berbahaya, seperti dietilen glikol dan etilen glikol yang terkandung dalam obat batuk tersebut. Dalam kadar tinggi, kandungan bahan itu bisa menyebabkan gagal ginjal akut,” jelas Prof Zullies