Jaga Kesehatan Gigi dan Mulut selama Pandemi Covid-19

0
14
Kebersihan Gigi dan Mulut

Menjaga kesehatan gigi sama saja dengan menjaga kesehatan tubuh. Bukan tanpa alasan, karena rongga mulut merupakan salah satu gerbang terbesar masuknya berbagai kuman, bakteri, hingga virus ke dalam tubuh.

Selama pandemi Covid-19 ini, kesehatan mulut sangat diperlukan untuk mengoptimalkan sistem kekebalan tubuh. Bila sudah terkontaminasi, bukan hanya kesehatan gigi dan mulut yang terganggu, virus dan bakteri juga dapat mengancam kesehatan organ penting tubuh lainnya. Tidak terkecuali virus corona yang kini jadi ancaman bagi masyarakat di berbagai negara.

Menjaga kesehatan gigi dan mulut, dilakukan untuk menghindari kemungkinan terjadinya kerusakan pada gigi, sehingga kamu tak perlu mengunjungi dokter gigi, sesuai dengan imbauan pemerintah untuk tetap di rumah saja.

Menurut imbauan Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PB PDGI), kriteria yang boleh berkunjung ke dokter gigi adalah jika mengalami nyeri yang hebat tidak tertahankan, mengalami trauma pada gigi dan rahang, perdarahan parah dan pembengkakan pada gusi akibat infeksi. Badan Kesehatan Dunia (WHO) pun menghimbau untuk menunda perawatan gigi jika tidak benar-benar darurat.

Berobat ke dokter gigi sangat berisiko tertular dan menularkan Covid-19, karena saat dokter gigi melakukan tindakan, ada potensi penularan virus corona melalui udara (aerosol).

Ada beberapa cara menjaga kesehatan gigi dan mulut di masa pandemi Covid-19, yaitu :

  1. Menghindari penumpukan plak

Plak merupakan lapisan lengket yang berasal dari sisa makanan yang menempel pada permukaan gigi dan gusi, serta mengandung bakteri.  Plak gigi yang tidak dibersihkan, lama kelamaan dapat mengeras dan menjadi karang gigi. Penumpukan plak membuat virus dan bakteri lebih mudah menempel dan berkembang masuk ke dalam tubuh. Penumpukan plak dapat dicegah dengan membersihkan gigi dan rongga mulut secara teratur. Ada baiknya juga untuk tidak mencamil berlebihan, dan tidak merokok.

  1. Menyikat gigi secara rutin dengan teknik yang benar

Sikat gigi direkomendasikan dilakukan dua kali sehari, yaitu pagi setelah makan dan malam sebelum tidur minimal dua menit dengan gerakan memutar dari area gusi yang berwarna merah ke arah gigi yang berwarna putih. Pilih pasta gigi yang mengandung fluoride karena baik untuk kesehatan gigi. Bila perlu, dapat digunakan obat kumur/ mouthwash setelah menyikat gigi dengan tujuan untuk membersihkan area dalam yang tidak terjangkau oleh sikat gigi.

  1. Menggunakan benang gigi (flossing)

Benang gigi digunakan untuk membersihkan sisa makanan yang tertinggal di sela-sela gigi. Menyikat gigi sering kali tidak mampu menjangkau sela-sela gigi yang rapat. Sisa- sisa makanan di sela gigi ini berpotensi untuk menyebabkan gigi berlubang. Oleh karena itu, penting menggunakan benang gigi untuk membersihkan gigi dan mulut setelah menyikat gigi.

  1. Mengurangi makanan dan minuman tinggi gula dan asam

Makanan dan minuman yang mengandung gula tinggi seperti permen, makanan dan minuman manis, dapat memproduksi  zat asam dalam rongga mulut sehingga pembentukan plak tidak bisa dihindari. Sedangkan makanan dan minuman dengan kandungan asam yang tinggi seperti makanan asam, minuman berkarbonasi dan soda dapat membuat lapisan enamel gigi menjadi rusak. Oleh karena itu, kurangi asupan gula dan asam, serta ganti dengan asupan buah dan sayur.

  1. Konsultasi ke dokter gigi

Melakukan pemeriksaan gigi secara berkala (setiap enam bulan sekali) ke dokter gigi sangat dianjurkan sebagai pencegahan masalah gigi dan mulut. Namun di masa pandemi seperti sekarang, keluar rumah bisa sangat berisiko, termasuk ke fasilitas kesehatan seperti Puskesmas, Klinik atau Rumah Sakit. Konsultasi langsung disarankan untuk ditunda, namun masyarakat tetap dapat berkonsultasi dengan dokter gigi melalui telemedicine atau secara online.

6.  Minum Air Putih

Pada orang dewasa, konsumsi air putih yang disarankan yaitu sekitar delapan gelas berukuran 230 ml per hari atau total 2 liter. Selain dari minuman, makanan juga dapat memberikan asupan cairan pada tubuh yaitu sekitar 20%.

Minum air putih delapan gelas sehari juga dapat memelihara fungsi ginjal, menghindari dehidrasi, dan mengurangi risiko kanker kandung kemih.

7.  Menggunakan masker

Selalu gunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. WHO menyatakan setiap orang yang berada di wilayah dengan virus corona harus menggunakan masker. Masker dapat melindungi rongga mulut dari polusi serta berbagai bakteri dan virus. Ganti masker apabila sudah basah atau digunakan lebih dari empat jam.

Ayo hidup sehat!! Hidup sehat dimulai dari diri sendiri.

IND.

Leave a Reply