Laksdya TNI Denih Hendrata : TNI AL Berkoordinasi Dengan Kepolisian Ungkap Kasus Penembakan Bos Rental

0
16

Polda Banten mengungkap kasus penembakan bos rental mobil di rest area Km 45 Tol Tangerang-Merak ini bermula dari kasus penggelapan. Penyewa mobil rental yang juga telah ditetapkan sebagai tersangka, Ajat Supriatna, menyiapkan KTP hingga kartu keluarga (KK) palsu agar bisa menyewa mobil.

“Kejadian yang berakibat penembakan itu bermula dari kasus penggelapan terhadap sebuah kendaraan yang ditangani Polda Banten,” kata Kapolda Banten Irjen Suyudi Ario Seto dalam jumpa pers di Markas Koamabar, Jakarta Pusat, Senin (6/1/2025).

Suyudi mengatakan kasus ini bermula saat pihaknya menerima laporan dugaan penggelapan mobil Honda Brio warna oranye bernopol B-2669-KZO, pada 2 Januari 2025. Laporan ini dilayangkan warga Taman Rajeg, Desa Mekarsari Agam Muhammad Nasrudin terkait dugaan penggelepan yang terjadi di tempat rental CV Makmur Raya.

“Penggelapan di CV Makmur Raya tempat rental kendaraan pukul 00.15 WIB dilakukan penyewaan di Taman Raya Rajeg Blok i15, RT 015 RW 005 Desa Mekar Sari Kecamatan Rajeg Kabupaten Tangerang, yang disewa adalah Honda Brio warna oranye nopol B-2694-KZO,” kata Suyudi.

Mobil itu disewa oleh Ajat Supriatna kemudian diserahkan kepada IH (DPO). IH ternyata juga menyiapkan KTP hingga KK palsu Ajat Supriatna sebagai syarat penyewaan mobil tersebut.

Polisi sudah menangkap pria bernama Ajat Supriatna dan I terkait kasus ini. Saat ini Ajat dan pria I sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Sementara itu Pangkoarmada RI Laksdya TNI Denih Hendrata dalam jumpa pers di Koarmada mengatakan Total ada 3 oknum anggota TNI AL diperiksa Puspomal terkait penembakan bos rental mobil di rest area Km 45 Tol Tangerang-Merak. Peran ketiganya saat ini sedang diselidiki.

“Saat ini ketiga orang tersebut dalam penyelidikan di Puspomal,” kata Pangkoarmada RI Laksdya TNI Denih Hendrata dalam jumpa pers di Koarmada, Jakarta, Senin (6/1/2025).

Dia mengatakan awalnya mendengar ada 3 anggota TNI AL yang dikeroyok di rest area Km 45 Tol Tangerang-Merak. Dia menyebut ketiga anggota TNI itu berasal dari Pangkalan Pondok Dayung, Jakarta Utara.

“Saya pertama kali menerima kabar insiden ini pada 2 Januari 2025 sekitar pukul 20.00 dari Asintel Pangkoarmada RI bahwa 3 anggota yang pada saat itu berada di Pangkalan Pondok Dayung yaitu Sertu AA, Sertu RH, dan KLK BA di mana mereka mengalami pengeroyokan oleh 15 orang tak dikenal di rest area Km 45 Tol Merak-Tangerang,” katanya.

Laksdya Denih mengungkap ada 3 oknum anggota yang diduga terlibat dalam kasus itu. Namun, TNI AL belum mengungkap detail peran ketiga oknum anggotanya.

Laksdya Denih mengatakan mengatakan insiden penembakan itu bermula dari persoalan jual beli mobil. Dia mengatakan kasus ini masih didalami Puspomal.

“Insiden berpangkal dari permasalahan pokok yaitu pembelian mobil. Dalam insiden tersebut diakui bahwa salah satu anggota melakukan tindakan penembakan, setelah diketahui kemudian mengakibatkan korban 1 orang meninggal dunia dan 1 orang luka-luka,” jelasnya.

Dia mengatakan TNI AL akan berkoordinasi dengan kepolisian untuk menyelidiki kasus tersebut.

“TNI AL tidak tinggal diam menghadapi permasalahan ini, kami telah berupaya mengambil langkah cepat dan transparan untuk mencari bukti-bukti guna mengungkap kejadian sebenarnya melalui proses penyelidikan bersama antara Puspomal dan Polda Banten,” Ujar Panglima. (IRS)