Ibadah Misa Akhir Tahun 2020 Di Ambon Terapkan Prokes Ketat

0
18
Pengelola tempat ibadah membentuk Satuan Tugas (satgas) yang khusus bertugas menerapkan prokes ketat kepada jemaah.
Pelaksanaan ibadah persiapan dan misa akhir tahun 2020 di gereja Kota Ambon, Maluku berlangsung dengan penerapan protokol kesehatan (Prokes) ketat. Gereja tersebut di antaranya Kathedral dan Paroki yang berlangsung sejak Kamis (31/12/2020) siang hingga malam.
Pengelola tempat ibadah membentuk Satuan Tugas (satgas) yang khusus bertugas menerapkan prokes ketat kepada jemaah. Satgas ini dibentuk sejak ibadah persiapan Natal 24 Desember hingga akhir tahun.
“Saat ini mereka masih bertugas menerapkan prokes guna mencegah penyebaran Covid-19, terutama klaster baru di gereja,” kata pimpinan Satgas Covid-19 Jemaat Silo, John Sugijono, Kamis.
Dia mengaku, pihaknya telah memberitahukan kepada semua anggota Jemaat Silo melalui unit pelayanan agar menerapkan prokes ketat.
“Setiap anggota jemaah yang datang wajib diukur suhu tubuhnya dan mencuci tangan dengan sabun dengan air mengalir yang telah disediakan. Selain itu juga menggunakan hand sanitizer yang telah dipersiapkan,” ujarnya.
Pelaksanaan badah di masing-masing gedung gereja, Kathedral dan Paroki di Kota Ambon, juga ikut diamankan oleh aparat TNI dan Polri. Selain itu juga ada komunitas tertentu dan beragama lain seperti Remaja Masjid (Remas).
Sebelumnya pada Kamis pagi, tim Detasemen Gegana Satuan Brimob Polda Maluku dan Polresta Ambon melakukan sterilisasi terhadap sejumlah tempat ibadah. Mereka menggunakan metal detektor, guna menjamin kelancaran jalannya ibadah dan mencegah hal-hal tidak diinginkan.
Tim Gegana Brimob Polda Maluku juga melakukan penyemprotan di bagian dalam maupun luar gedung ibadah dengan cairan desinfektan. Fungsinya mencegah penularan Covid-19 saat ibadah persiapan menyambut Tahun Baru 2021.
Prosesi ibadah di masing-masing gereja dibagi dua hingga tiga kali tergantung kondisi dan daya tampung. Kursi juga telah diatur sedemikian rupa agar ada jarak antarumat yang akan mengikuti ibadah.
Umumnya ibadah di masing-masing gereja dimulai pukul 14.00 WIT, 17.00 WIT dan pukul 20.00 WIT.
Pengelola gedung gereja juga mengikuti aturan yang dikeluarkan Kementerian Agama yakni membatasi umat yang datang mengikuti ibadah persiapan menyambut Tahun Baru. Jumlah umat yang datang dibatasi sebesar 50 persen dari daya tampung yang ada, serta dibagi berdasarkan sektor pelayanan.
(IN)

Leave a Reply