Dugaan Korupsi Wamenkumham Senilai Tujuh Miliar kembali Mencuat

0
17

Indonesia Police Watch (IPW) menilai laporannya terkait dugaan penerimaan suap Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Wamenkumham) Edward Omar Sharif Hiariej (Eddy) digantung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sebab, Lembaga Antirasuah tidak memberitahukan kelanjutannya.

“Sebagai pelapor dugaan korupsi oleh Wamenkumham Edward Omar Hiariej, laporan saya ke KPK tidak ada berita perkembangannya,” kata Koordinator IPW Sugeng Teguh Santoso, Selasa, 2 Mei 2023.

Sugeng berharap KPK memberitahukan perkembangan laporannya. Pihak terkait dengan aduan itu juga diharap diklarifikasi lebih mendalam. Sugeng melaporkan Wamenkumham ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan penerimaan gratifikasi senilai Rp 7 miliar terkait dengan konsultasi hukum dan bantuan pengesahan badan hukum sebuah perusahaan.

“Saya mempertanyakan apakah KPK menyelidiki perkara tersebut, karena dari bukti-bukti yang kami ajukan, saya ajukan lengkap, belum ada klarifikasi kepada pihak yang bisa dimintai keterangan terhadap alat bukti tersebut,” ujar Sugeng.

Di sisi lain Wamenkumham Eddy sudah memberikan klarifikasi atas laporan terhadapnya di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Indonesia Police Watch (IPW) dituding telah memfitnahnya.

“Kami melakukan klarifikasi kepada KPK atas aduan IPW yang tendensius mengarah kepada fitnah,” kata Eddy di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Senin, 20 Maret 2023.

Eddy menyebut kedatangannya memberikan klarifikasi ke KPK atas inisiatifnya sendiri. Dia memilih menyambangi Lembaga Antirasuah ketimbang berkoar di publik.