Sejumlah kendaraan mengalami mogok setelah menerobos banjir di Jalan Kaligawe Raya dan Terboyo, Semarang, Jawa Tengah, Senin (3/12/2018) pagi.
Hujan deras yang turun semalam menyebabkan banjir di jalur utama Pantura tersebut. Akibatnya, terjadi kemacetan panjang sepanjang jalan ini. Banjir bahkan mencapai setinggi lutut orang dewasa di beberapa titik.
Arus lalu lintas dari Semarang ke Demak dan sebaliknya menjadi tersendat. Kendaraan yang mogok bukan cuma sepeda motor, melainkan juga mobil dan bus kecil. Sejumlah warga ikut membantu mendorongnya dari genangan agar tak menyebabkan macet bertambah parah.
“Tadi malam kan hujan deras sehingga terjadi genangan air yang terus meninggi sampai subuh tadi,” kata Antol (31), warga setempat.
Macet ini diperparah kondisi jalan yang berlubang-lubang di sejumlah titik karena tergerus air. Para pengemudi berusaha menghindarinya yang justru menyebabkan kondisi lalu lintas semakin terganggu.
Sejumlah polisi mengatur kendaraan agar kemacetan bisa segera terurai. Beberapa di antaranya membantu mendorong kendaraan keluar dari genangan air. Jajaran Polsek Genuk memang tidak tinggal diam, sejak pagi buta ikut turun ke air tanpa sungkan.
Sebagian menguraikan kemacetan yang semakin parah dengan mengalihkan arus lalu lintas melintasi atas jembatan tol Kaligawe melalui sistem contra flow. Sebagian lagi membantu evakuasi puluhan kendaraan roda 4 dan ratusan kendaraan roda 2 yang mengalami mogok akibat nekat nerobos dengan cara mendorong.
Kapolsek Genuk Kompol Zaenul Arifin ikut serta terjun ke lapangan. Zaenul Arifin mengatakan, banjir dan rob disebabkan tingginya debit air hujan pada malam harinya. Ditambah posisi sungai lebih tinggi dari jalan menyebabkan sungai tidak mampu menampung air.
Adapun petugas Dinas Pekerjaan Umum mengerahkan pompa portabel untuk menyedot air banjir.
Kepala DPU Kota Semarang, Iswar Aminudin mengatakan, seluruh pompa portabel untuk menyedot genangan banjir telah dikerahkan. (INT)








































