Banjir Terburuk di Sumatera 442 Orang Tewas, 402 Masih Hilang.

0
26

Banjir besar yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera sejak pertengahan November tercatat sebagai salah satu bencana hidrometeorologi paling mematikan dalam satu dekade terakhir. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam siaran pers resminya Minggu (30/11) menyatakan bahwa jumlah korban meninggal dunia mencapai 442 orang dan 402 lainnya masih dinyatakan hilang.

Data tersebut merupakan hasil pendataan dari seluruh posko tanggap darurat di provinsi-provinsi terdampak. Hingga kini, proses evakuasi dan pencarian korban masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan.

Rincian Korban Tewas Berdasarkan Provinsi Terdampak

Provinsi Korban Tewas Korban Hilang
Sumatera Utara 166 orang 143 orang
Aceh 102 orang 88 orang
Sumatera Barat 78 orang 69 orang
Riau 53 orang 49 orang
Bengkulu 43 orang 35 orang
Lainnya (Jambi, Sumsel, Lampung) dalam pendataan dalam pendataan
Total 442 orang 402 orang

(Sumber : BNPB menegaskan bahwa angka ini masih bersifat sementara dan kemungkinan bertambah seiring pembaruan laporan dari lapangan) 

Kepala BNPB menegaskan bahwa pemerintah pusat bersama TNI/Polri, Basarnas, kementerian/lembaga, dan pemerintah daerah terus melakukan penanganan terpadu, termasuk:

  • Mobilisasi 1.200 personel SAR gabungan
  • Pengoperasian 6 helikopter untuk distribusi logistik dan evakuasi udara
  • Pengerahan 18 alat berat untuk membuka akses jalan
  • Distribusi bantuan logistik ke 89 titik pengungsian
  • Pelayanan kesehatan darurat dan dukungan psikososial bagi pengungsi

“Prioritas kami adalah penyelamatan korban dan pemulihan akses ke wilayah yang masih terisolasi. Cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi, sehingga semua tim di lapangan kami minta meningkatkan kewaspadaan,” ujar Kepala BNPB dalam pernyataan resminya.

Sejumlah kecamatan di daerah pegunungan dan pesisir Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh dilaporkan belum sepenuhnya dapat dijangkau akibat longsor dan rusaknya jembatan serta jalan utama. Distribusi bantuan sementara dilakukan menggunakan helikopter dan transportasi laut di daerah pesisir.

BNPB mengimbau masyarakat untuk:

  • Tetap berada di lokasi aman atau posko pengungsian
  • Menghindari aktivitas di tepi sungai, lereng bukit, atau area rawan longsor
  • Segera melapor ke petugas jika menemukan korban atau tanda-tanda bahaya baru

BMKG memperkirakan curah hujan tinggi masih berpotensi terjadi hingga pekan pertama Desember. Pemerintah daerah diminta meningkatkan kesiapsiagaan, terutama di wilayah dengan risiko banjir bandang dan longsor.

Tragedi banjir di Sumatera ini menjadi pembelajaran penting terkait kesiapsiagaan bencana di wilayah rawan hidrometeorologi. Pemerintah berkomitmen memperkuat sistem peringatan dini, rehabilitasi lingkungan, dan penataan tata ruang pascabencana. (IR)