Green and Smart Port Initiative ASRI 2026 Diluncurkan, Delapan Pelabuhan Raih Sertifikasi Internasional

0
2

Jakarta, Integritasonline.com – Upaya mewujudkan pelabuhan yang modern, ramah lingkungan, dan berbasis teknologi terus diperkuat melalui peluncuran Green and Smart Port Initiative (GSPI) ASRI 2026. Program yang digagas sebagai bagian dari implementasi visi pemerintah tersebut menetapkan delapan pelabuhan di Indonesia sebagai penerima sertifikasi Green and Smart Port setelah dinilai memenuhi standar internasional dalam aspek digitalisasi dan keberlanjutan lingkungan.

Dalam acara pelepasan sekaligus konferensi pers GSPI ASRI 2026, penyelenggara menjelaskan bahwa program tersebut merupakan langkah nyata mendukung inisiatif Presiden mengenai konsep ASRI (Aman, Sehat, Bersih, dan Indah) yang kini mulai diterapkan pada sektor kepelabuhanan.

“Green and Smart Port Initiative merupakan langkah yang berorientasi ke depan. Kami ingin menunjukkan bahwa pelabuhan Indonesia tidak hanya modern dari sisi teknologi, tetapi juga mampu menjaga kelestarian lingkungan,” ujar Tatang Yuliono, Deputi Bidang Koordinasi Tata Niaga dan Distribusi Pangan di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, kepada awak media, Rabu (1/7/2026).

Program tersebut dilaksanakan melalui proses penilaian (assessment) yang dilakukan oleh ID Survey menggunakan standar internasional. Penilaian dilakukan melalui dua pendekatan utama, yakni implementasi teknologi pintar (smart port) dan penerapan prinsip ramah lingkungan (green port).

Dalam skema penilaian tersebut, aspek green port memiliki bobot 80 persen, sedangkan implementasi smart port menyumbang 20 persen dari total penilaian.

Delapan Pelabuhan Terima Sertifikasi

Berdasarkan hasil asesmen, sebanyak delapan pelabuhan dinyatakan memenuhi persyaratan untuk memperoleh Sertifikat Green and Smart Port 2025.
Kedelapan pelabuhan tersebut meliputi:
PT Petrokimia Gresik
PT Pupuk Kalimantan Timur
PT Krakatau Bandar Samudera
PT PALI Indonesia
PT Pelindo Terminal Petikemas Banjarmasin
PT Indonesia Kendaraan Terminal
PT Pelindo Multi Terminal Cabang Tanjung Intan
Terminal Petikemas Bitung

Pelabuhan-pelabuhan tersebut dinilai berhasil menerapkan sistem digital dalam operasional sekaligus mengintegrasikan pengelolaan lingkungan sesuai standar internasional.

Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Selain mendorong transformasi sektor kepelabuhanan, GSPI ASRI 2026 juga diarahkan untuk mendukung program ketahanan pangan nasional.
Pelabuhan dinilai memiliki posisi strategis sebagai simpul utama logistik yang menghubungkan sentra produksi dengan pusat konsumsi, kawasan industri, hingga pasar ekspor.

Karena itu, penerapan konsep Green and Smart Port diharapkan mampu meningkatkan efisiensi distribusi pangan sekaligus menjaga keamanan logistik dan kelestarian lingkungan.

“Keberhasilan swasembada pangan tidak hanya ditentukan oleh peningkatan produksi, tetapi juga oleh sistem distribusi yang efektif. Pelabuhan memiliki peran penting sebagai simpul distribusi nasional,” sambung Tatang.

Implementasi Inisiatif ASRI

Konsep ASRI (Aman, Sehat, Bersih, dan Indah) menjadi salah satu indikator utama dalam proses sertifikasi. Seluruh aspek tersebut diterapkan sebagai bagian dari transformasi pelabuhan menuju kawasan logistik yang lebih modern, aman, bersih, dan berkelanjutan.

Program ini akan terus dikembangkan sehingga semakin banyak pelabuhan di Indonesia yang memenuhi standar Green and Smart Port.

Lanjut dikatakan Tatang,puncak pelaksanaan GSPI ASRI 2026 dijadwalkan berlangsung pada 15 Juli 2026 mendatang di Dermaga C, Pelabuhan Petrokimia Gresik, Jawa Timur.

Pada kesempatan tersebut, sertifikat Green and Smart Port akan diserahkan kepada delapan pelabuhan oleh sejumlah menteri yang dijadwalkan hadir. Sejumlah kementerian telah diundang, di antaranya Kementerian Perhubungan, Kementerian Lingkungan Hidup, serta berbagai pemangku kepentingan lain di sektor logistik dan pelabuhan.

Kehadiran para pejabat pemerintah diharapkan semakin memperkuat komitmen nasional dalam membangun sistem pelabuhan yang berdaya saing global.
Tingkatkan Daya Saing Pelabuhan Nasional

Melalui sertifikasi Green and Smart Port, penyelenggara berharap pelabuhan yang telah memenuhi standar internasional memperoleh kepercayaan lebih besar dari pelaku usaha, baik di dalam maupun luar negeri.

Program ini juga diharapkan menjadi pemicu transformasi sektor kepelabuhanan nasional menuju sistem logistik yang lebih efisien, digital, berkelanjutan, dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Momentum ini menjadi pesan kepada seluruh pemangku kepentingan bahwa pelabuhan Indonesia sedang bergerak menuju pelabuhan modern yang mengedepankan teknologi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Ke depan, kami berharap semakin banyak pelabuhan yang mengikuti jejak transformasi ini,” tutupnya.