ISC : Pemerintah Tidak Bijak Kelola Tambang, Korbankan Alam dan Masyarakat Demi Pulus

0
24

Indonesia adalah surga ekspolitasi alam demi cuan, kasus penambangan nikel di daerah Raja Ampat, Papua Barat Daya, yang ramai dinilai merusak lingkungan dan merusak keindahan viral karena mulai ada kesadaran dari para pihak dan media turut membantu menyampaikan persoalan tersebut.

Direktur Integritas Studies Centre (ISC) kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh para penambagan bukan suatu informasi yang baru, hampir seluruhnya informasinya benar adanya namun tidak akan pernah ada perubahan yang benar-benar untuk melindungi alam kita.

“sejak zaman orde lama ijinnya sudah diberikan untuk ekspolitasi alam namun yang heran pemerintah tindak melakukan penkajian, baru setelah ada demo-demo dan viral baru bergerak, nanti kalau sudah adem yang didiamkan lagi” Ujar hendrik ditemui dikantornya, senen, 09/06/2025.

Hendrik menambahkan ekspolitasi alam di Raja Ampat dipicu beberapa pabrik otomotif mobil listrik telah membuka pabrik di Indonesia dan tentunya adanya kebutuhan salah satu komponen baterainya adalah nikel.

“Saat ini kebutuhan akan nikel sangat tinggi di dunia karena memang menjadi kompenen penting bagi mobil listrik, dan Indonesia adalah satu produsen nikel” Ujarnya

Sebenarnya pemerintah dibawah koordinasi kementrian (ESDM,Investasi dan Lingkungan) melakukan koodinasi jangan hanya kepentingan demi pulus namun mengorbankan alam dan masyarakat. (CPK)

Sementara itu, kelompok aktivis lingkungan Greenpeace menyebut ekspolitasi alam di ‘surga terakhir di Bumi’ itu dipicu maraknya permintaan mobil listrik yang salah satu komponen baterainya adalah nikel. (IR)