Kematian Sekeluarga di Kalideres: Kemungkinan Bukan Kelaparan, tapi Dilaparkan

0
34

Kriminolog dari Universitas Indonesia (UI) Adrianus Meliala mengungkapkan bahwa ada berbagai kemungkinan yang terjadi terhadap kasus sekeluarga tewas di dalam rumah Kompleks Citra Garden Satu Extension, Kalideres, Jakarta Barat, Kamis (10/11/2022) petang, di mana salah satunya penyebab mereka tewas bukan kelaparan tetapi dilaparkan.

“Kemungkinan sebagian dari mereka, khususnya yang lanjut usia (lansia) tidak kelaparan tetapi dilaparkan. Mereka tidak diberi makan sampai mati. Pihak keempat kemudian bunuh diri dengan cara tertentu yang bisa terlihat melalui autopsi,” kata Adrianus kepada media, Minggu (13/11/2022).

Dikatakan Adrianus, adapun kemungkinan lainnya yaitu keempatnya memiliki orientasi hidup dengan memilih kematian.

Empat mayat yang ditemukan merupakan satu keluarga, yakni RY (71), RN (68), DF (42), dan BG (69).

“Di kartu keluarga, identitas (empat mayat) atas nama RY usia 71 dan RN usia 68 tahun, dan DF adalah anaknya perempuan berusia 42 tahun, serta BG usia 69 merupakan ipar dari bapaknya,” ujar Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Pasma Royce. “Berdasarkan pemeriksaan dari dokter, bahwa mayat ini tidak ada makan dan minum cukup lama, karena dari otot ototnya sudah mengecil,” ujarnya menerangkan penjelasan.

Menyusul kabar viral itu, Wali Kota Jakarta Barat Yani Wahyu Purwoko ikut buka suara dengan mengeluarkan perintah untuk menelusuri penyebab kematian satu keluarga di Kalideres itu.

“Kita cari tahu dulu berdasarkan keterangan tetangga, pak RT dan pak RW bagaimana mereka semasa kehidupan nya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya,” ujar Wali Kota Jakarta Barat, Yani Wahyu Purwoko dalam pernyataan pers, dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Antara News.

Meski diduga kelaparan jadi penyebab kematian, Yani dan jajaran Pemkot Jakbar menyatakan perlu pendalaman informasi.

Terlebih, terungkap riwayat pembelian kendaraan dan barang elektronik oleh keluarga di rumah itu pada tahun lalu.

Dalam arti lain, kondisi perekonomian mereka dalam beberapa bulan sebenarnya sudah terbilang baik, sehingga penyebab kelaparan harus ditelisik lagi. “Terlalu cepat menyimpulkan, saya masih harus berkoordinasi dengan berbagai pihak,” ujarnya menandaskan.