“Bandara Ngurah Rai Bali akan dibuka untuk internasional pada 14 Oktober,” ujar Luhut dalam press conference virtual, Senin (4/10).
Luhut menegaskan kedatangan internasional harus memenuhi ketentuan dan persyaratan mengenai karantina, test, dan kesiapan satgas.
“Setiap penumpang kedatangan internasional harus punya bukti booking hotel untuk karantina minimal 8 hari dengan biaya sendiri,” tambah Luhut.
Dia menambahkan beberapa negara yang dibuka adalah Korea Selatan, China, Jepang, Abu Dhabi, Dubai dan New Zealand.
Erick mengungkap Gubernur Bali Wayan Koster pun meminta dukungan Kementerian BUMN untuk membantu Bali.
“Dimana Bapak Gubernur mengharapa ada dukungan penuh dari Kementerian BUMN. Saya rasa pasti dukung. Karena, memang sudah saatnya juga ekonomi Bali kembali. Dan, kita akan menyiapkan bagaimana pelayanan di airport, nah ini yang tadi kita lakukan,” ujar Erick, Rabu (6/10).
“Kami akan memaksimalkan perusahaan BUMN yang terkait dengan pembukaan penerbangan internasional ini agar niat baik untuk membangkitkan bali berjalan maksimal. Misalnya, kesiapan dan kewaspadaan Angkasa Pura sebagai pengelola bandara, lalu penambahan akses penerbangan ke Bali melalui Garuda atau Citilink, serta menyiapkan fasilitas kesehatan di Bali yang melibatkan BUMN Holding rumah sakit dan juga farmasi,” lanjut Erick.
(IN)






































