Neraca Perdagangan Indonesia Kembali Surplus

0
22

Geliat perekonomian Indonesia menunjukkan tren positif. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, neraca perdagangan Indonesia secara kumulatif sepanjang Januari-Oktober 2022 mencatat surplus USD 45,52 miliar.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto mengatakan, jumlah itu naik 47,32 persen dibandingkan angka neraca perdagangan pada Januari-Oktober 2021.

Jadi total surplus pada periode Januari-Oktober 2022 ini sudah lebih besar dari total surplus neraca perdagangan sepanjang 2021 yang angkanya USD 35,42 miliar,” terang Setianto, Selasa (15/11/2022).

Adapun laju surplus neraca perdagangan ini konsisten terjadi selama 30 bulan berturut-turut. Pada Oktober 2022, total nilai ekspor di bulan itu masih lebih tinggi USD 5,67 miliar dibanding impor. “Neraca perdagangan Indonesia sampai dengan Oktober 2022 ini kalau kita lihat trennya ke belakang, membukukan surplus selama 30 bulan berturut-turut sejak Mei 2020,” ujar Setianto.

Surplus neraca dagang ini didapat berkat nilai ekspor per Oktober 2022 mencapai USD 24,81 miliar, atau naik 0,13 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Secara tahunan atau year on year (YoY), itu naik 12,30 persen dibanding ekspor Oktober 2021 yang sebesar USD 22,09 miliar.

“Kalau kita lihat total ekspor kita September 2022 secara month to month, sebesar USD 24,78 miliar. Kemudian di Oktober mengalami peningkatan USD 24,81 miliar,” jelas Setianto.

Di sisi lain, nilai impor Oktober 2022 tercatat sebesar USD 19,14 miliar. Jumlah tersebut masih lebih kecil secara bulanan atau month to month dibanding angka impor September 2022. “Secara total nilai impor di bulan oktober, dibandingkan September 2022 yang sebesar USD 19,81 miliar atau mengalami penurunan sebesar minus 3,40 persen,” terang Setianto.