One Way Solusi Jitu Mudik 2019

0
339
one way

Berbeda dengan tahun lalu, pelaksanaan arus mudik lebaran sampai dengan H-1 relatif telah berjalan lancar. Kemacetan mengular sepanjang ruas tol yang biasanya menjadi ‘tradisi mudik’ pun kini mulai mengalami perbaikan. Alhasil, waktu tempuh para pemudik ke kampung halaman pun berjalan efisien.

Kelancaran mudik tahun ini pun diakui oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) selaku para operator penyelenggara ruas jalan tol di Indonesia. PT Lintas Marga Sedaya (LMS) misalnya. Perusahaan yang biasa dikenal sebagai operator jalan tol Cipali alias Cikopo-Palimanan itu menyambut baik kelancaran mudik tahun ini.

Berdasarkan data internalnya, jumlah total pemudik lalin kedua arah sampai dengan H-1 lebaran pada tahun ini sebesar 605.221 kendaraan. Angka itu meningkat dari tahun sebelumnya (YoY) sebesar 2,73 persen yang hanya sebanyak 589.115 kendaraan.

General Manager Operational PT Lintas Marga Sedaya (LMS), Suyitno mengatakan, kelancaran arus mudik selama 4 hari ini tak terlepas dengan pemberlakukan one way yang dilakukan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bersama dengan Korlantas. Kebijakan itu terbukti efektif mengurai kemacetan di beberapa ruas tol Cipali.

Pemberlakuan One way sendiri dimulai dari Km 70 Gerbang Tol Cikampek Utama sampai dengan Km 414 GT Kalikangkung Jalan Tol Batang-Semarang.

Dengan pemberlakuan sistem One way, pihaknya juga terbantu untuk mengurai kemacetan akibat kepadatan di Rest Area. Cipali sendiri memiliki 8 rest area, 4 berada di jalur mengarah Jawa, 4 lagi berada di jalur mengarah ke Jakarta. Dengan sistem One way, 8 rest area itu dapat berfungsi maksimal mengurai kepadatan.

“Jadi, saya kira one way satu solusi sampai saat ini sangat tepat untuk mengurai kemacetan yang setiap lebaran itu selalu terjadi,” terangnya.

Senada, PT Jasa Marga (Persero) Tbk juga menyambut baik adanya sistem one way untuk mengurai kemacetan pada mudik lebaran 2019. Itu terbukti, dapat membantu operator jalan tol untuk memperlancar arus mudik di jalan tolnya.

Jasa Marga mencatat kendaraan yang meninggalkan Jakarta menuju arah Timur, arah Barat dan arah Selatan sejak H-7 sampai H-2 lebaran mencapai 1.092.728 atau hampir 1,1 juta. (INT)