Paus : Jagan Manipulasi Perbedaan Suku, Agama  dan Budaya Untuk Perpecahan

0
50

Dalam sambutannya Paus Fransiskus mengucap syukur bahwa keluarga di Indonesia punya banyak anak karena dibandingkan di luar negeri sana, banyak orang lebih memilih mengasuh hewan peliharaan ketimbang mengasuh anak.

Seluruh tamu undangan yang hadir di Istana terseyum mendengar ucapan sang paus melalui headphone yang sudah ada penerjemah, karena Paus mengunakan bahasa Itali.

“Mendengar bahwa keluarga-keluarga di Indonesia masih memiliki tiga sampai empat anak, dan ini sebuah contoh yang bagus bagi negara, diluar sana lebih memilih binatang,” kata Paus di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/9/2024).

Jokowi yang duduk di sampingnya tersenyum, tampak Ketua MPR RI Bambang Soesatyo dan Ketua DPR RI Puan Maharani juga tersenyum. Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin tetap menyimak dengan serius perkataan Paus.

Menteri Pertahanan yang merupakan Presiden terpilih RI Prabowo Subianto melihat reaksi sekitarnya atas kondisi masyarakat yang dipotret Paus Fransiskus tersebut.

Kondisi memprihatinkan itu karena adanya ketimpangan sosial yang serius. Paus berdoa kepada Allah adalah jalan yang baik untuk keluar dari permasalahan ini.

Paus juga menyoroti hubungan antar manusia yang saat dimanipulasi untuk menciptakan perpecahan dan meningkatkan kebencian, padahal perbedaan apapun dapat berjalan dengan baik asal majukan usaha perdamaian, persekutuan, dialog dan rasa hormat sesama dalam persaudaraan.

Karena manusia diciptakan dengan perbedaan suku, agama dan ras kebudayaan jadi kita harus mengedepankan kerjasama dan persaudaraan sesama.

“ Jangan dimanipulasi perbedaan suku, agama dan ras sehingga timbul perpecahan namun ciptakan dialog kerjasama untuk memajukan perdamaian dan persaudaraan” Ucap bapa Suci. (IRS)