Sosialisasi Anti Narkoba, BNN bersama GPAN dan BIG Adakan Nobar Film “Tiga Pilihan Hidup”

0
503
Nobar Film Tiga Pikihan Hidup

Badan Informasi Geospasial (BIG), yang sebelumnya bernama Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal) berkolaborasi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Generasi Peduli Anti Narkoba (GPAN) menyelenggarakan “Sosialisasi Anti Narkoba” berupa acara nobar sebuah film berjudul “3 Pilihan Hidup” pada Rabu 31 Juli 2019, di XXI Cibinong City Mall, Bogor.

Film “3 Pilihan Hidup” dibintangi sejumlah artis papan atas antara lain Kabul “Tessy” Srimulat, Roy Marten, Almarhumah Julia Perez, Hengky Tornando, Cinta Laura, Marshanda, Della Puspita, Ade Yunita Hutagaol, Cinta Penelope, Dwi AP, Rita Hasan, Vista Putri, Gemma Zhae, Julia, Chika Xydia dan beberapa pemain dari Polres Cirebon, juga didukung oleh Brigjen Pol. Drs Siswandi (saat itu sebagai Direktur Peran Serta Masyarakat BNN RI) seorang purnawirawan jenderal polisi yang sangat peduli dengan bahaya penyalahgunaan narkoba. Dalam film ini, Siswandi pun berpartisipasi sebagai Produser Eksekutif.

Selain mereka, ada juga pejabat BNN Dikdik Kusnaidi beserta jajaran staf BNN dan GPAN Joko Dewo (komedian yang sekaligus pembawa acara profesional juga pendiri beberapa organisasi), didukung pula oleh Mpok Ely Sugigi dan Mpok Atiek.

Hadir bersama jajaran staf BIG, Kepala Subdit Lingkungan Kerja dan Masyarakat Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia, Kombes Pol. Ricky Yanuarfi.

Ricky menegaskan bahwa film “3 Pilihan Hidup” layak untuk ditonton karena banyak hal yang didapat terutama tentang bahaya penyalahgunaan narkoba. “Lewat Film ini kita bisa menyaksikan langsung betapa bahayanya peredaran gelap narkoba,” tegasnya.

Keprihatinan beliau, menurut data yang dihimpun dari Badan Narkotika Nasional (BNN) jumlah pengguna narkoba di Indonesia mencapai 3,5 Juta orang. Saat ini narkoba sudah menyasar hampir seluruh aspek, mulai dari pelajar, mahasiswa hingga Aparatur Negara.

Dalam kegiatan kali ini, selain Kombes Polisi Ricky Yanuarfi, Wakil Sekjen Generasi Peduli Anti Narkoba (GPAN) Hanny, komedian senior Tessy, Joko Dewo serta Ike Mutty “Preman Pensiun” turut hadir berdiskusi tentang bahaya narkoba setelah acara nobar.

Saat ini narkoba merupakan salah satu musuh terbesar bangsa Indonesia, narkoba sendiri dapat menyasar berbagai kalangan mulai dari masyarakat biasa hingga artis ternama. “Saat ini, terindikasi bahwa narkotika masuk ke Indonesia sebanyak 250 ton. Karenanya, kita harus terus melakukan upaya pemberantasan serta pencegahan, salah satunya dengan sosialisasi melalui film ke kementerian lembaga,” ungkap Kombes Pol Ricky Yanuarfy.

Ia pun sangat mengapresiasi inisiatif dari Badan Informasi Geospasial yang mengadakan acara sosialisasi yang fresh dan berbeda. “BIG ini merupakan inisiator Kementerian Lembaga yang mengadakan sosialisasi di bioskop, ini beda ini bagus untuk menarik minat pegawai agar mau mengikuti kegiatan ini”

Dalam kesempatan ini, Joko Dewo selaku pembicara dalam sosialisasi ini mengatakan bahwa pengguna narkoba yang ingin di rehabilitasi bisa melaporkan ke BNN. “Bagi anda, saudara, anak, ataupun kerabat yang sedang terjerat dampak narkotika, BNN selalu membuka pintu, agar mereka dapat sembuh seperti sediakala, terapi selama 1 bulan dan terapi sosial semuanya gratis,” ujar Joko Dewo.

Sementara artis peran Tessy dan Ike Mutty yang ikut terlibat dalam film berdurasi 112 menit ini berharap dengan adanya kegiatan ini para ASN dan masyarakat luas dapat menjauhi penggunaan narkoba.

“Ini bukan hanya sekedar film namun juga ini kisah nyata saya ketika masih terjerat dengan narkoba, dari film ini kita bisa mengambil pelajaran positif bahwa mantan korban narkotika harus di support penuh oleh keluarga dan lingkungan agar tak terjerumus kembali ucap Kabul “Tessy” Srimulat,salah satu pendukung film, menceritakan pengalaman pribadinya, bagaimana narkoba telah menghancurkan hidupnya, bahkan narkoba bisa menghancurkan siapapun tanpa pandang bulu.

Wasekjen Dewan Pimpinan Pusat Generasi Peduli Anti Narkoba (GPAN) Hanny Hendrani menyampaikan ucapan terima kasih kepada BIG dan seluruh peserta nobar yang telah menonton film “3 Pilihan Hidup” yang mengisahkan bahaya narkoba. “Kami mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada BIG yang telah mengadakan acara nobar Film 3 Pilihan Hidup di bioskop XXI Cibinong City Mall” ucap Hanny Hendrani saat kami temui.

Indonesia Darurat Narkoba menjadi salah satu alasan mengapa film ini diproduksi dengan menelan dana hampir 3 Milyar Rupiah, dengan lokasi shoot di Jakarta, Bogor, Cirebon, Kuningan dan dirilis 3 tahun lalu dalam rangka Hari Anti Narkotika Internasional (HANI).

Di akhir acara Pelaksana Harian (PLH) Sekretaris Utama BIG Ali Nor Hidayat bersama BNN menyematkan secara simbolis “Tanda Duta Narkoba” kepada perwakilan pegawai BIG, penyematan ini merupakan komitmen BIG untuk memerangi penggunaan Narkotika di Indonesia.

Adapun sinopsis film “3 Pilihan Hidup” sebagai berikut :

Seorang gadis remaja bernama Naya terkejut ketika pulang ke rumahnya dan menemukan barang-barangnya di dapur rumahnya sudah kosong. Naya tahu ayah dan ibunya yang menjual semua peralatan dapurnya demi membeli narkoba. Naya sudah mencoba selalu mengingatkan mereka untuk tidak menggunakan barang haram itu, tetapi kedua orang tuanya tidak pernah mengubrisnya. Sampai pada akhirnya, ayah Naya kecelakaan. Bukannya mengambil pelajaran dari hal itu, ibu Naya malah semakin stress dan semakin sering menggunakan narkoba. Naya mencoba mengajak ibunya kembali ke jalan yang benar. Tapi itu bukan hal yang mudah. Naya semakin putus asa ketika gitar kesayangannya dijual Ibu nya demi narkoba. Akhirnya Naya malah menelan narkoba yang dibeli Ibunya dari hasil menjual gitarnya tersebut.

Sementara Rita adalah seorang single parent dan wanita karier yang sangat sibuk, harus berjuang untuk menyembuhkan ketergantungan anaknya, Rendy, terhadap narkoba. Kesibukan Rita membuat Rendy merasa tidak diperhatikan dan mulai mengonsumsi obat-obatan terlarang. Sampai suatu hari, Rendy mulai mencuri perhiasan-perhiasannya ibunya untuk membeli narkoba. Rita merasa harus bertindak. Akhirnya, ia melapor pada BNN dan memasukkan Rendy ke dalam rehab. Tetapi Rendy berhasil kabur dan mulai menggunakan narkoba lagi. Hingga akhirnya, ia ditemukan tewas Over Dosis oleh pihak BNN.

Tessy adalah seorang komedian yang cukup terkenal, ditangkap aparat keamanan karena mengkonsumsi narkoba, tetapi kebiasaannya menggunakan narkoba membuat reputasinya menurun drastis. Pada satu titik, Tessy merasa sangat stress dan akhirnya meminum cairan pembersih kamar mandi. Dia pun masuk rumah sakit. Tuhan memberi kesempatan hidup pada Tessy yang mencoba bunuh diri karena menenggak cairan pembersih kamar mandi.

Hidup terus berjalan dengan pilihan-pilihan yang telah kita pilih. Linda, Naya, dan Tessy memilih untuk mengambil kesempatan kedua dalam hidup mereka. Setelah dari rehab mereka berusaha keras untuk memperbaiki hidup mereka masing-masing.

Tiga pilihan hidup ketika menggunakan narkoba dalam film ini adalah rehabilitasi, penjara atau mati over dosis narkoba. (NOVIE)

Leave a Reply