Depok – Indonesia terancam gagal mendapat Bonus Demografi yang berkualitas pada tahun 2045 akibat tingginya angka stunting di Indonesia yang mencapai 24,2 persen.
Demikian pernyataan Dra. Wenny Haryanto, S.H, anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Golkar pada Rabu, 15/3/2023 pada acara Uji Kompetensi Wartawan di Zam-zam Tower Depok. Karena itu pemerintah pusat menugaskan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) untuk menurunkannya menjadi 14 persen di tahun 2024. Wenny bersyukur saat ini angka stunting di Depok hanya sebesar 12,3 persen dan Kota Bekasi sebesar 13,8 persen namun ia berharap agar angka ini menurun mencapai nol persen.
Adapun gejala Stunting antara lain pertumbuhan tubuh anak melambat, wajah anak lebih muda dari sebayanya, pubertas anak terlambat, anak di usia 8-10 tahun anak cenderung menjadi pendiam, anak cenderung menghindari kontak mata dengan orang-orang sekitarnya, anak juga rawan terserang penyakit.
Untuk mencegah stunting, Wenny menyarankan agar memberikan tablet penambah darah dan nutrisi lengkap pada ibu hamil, memberikan imunisasi dasar lengkap sejak bayi baru lahir, memberikan ASI selama 6 bulan, perilaku hidup bersih, rutin pemeriksaan kesehatan setiap bulan pelayanan kesehatan.






































