Tiga Capres-Cawapres Adu Gagasan di PAKU Integritas KPK

0
30
Tiga Capres-Cawapres Adu Gagasan di PAKU Integritas KPK

Komisi Pemberantasan Korupsi atau (KPK) akhirnya sukses mengelar acara adu gagasan Program Penguatan Anti Korupsi untuk Penyelenggara Berintegritas atau disingkat PAKU Integritas bagi tiga pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden, di Gedung KPK, Jakarta, Rabu, (17/1/2024).

Nawawi membantah bahwa acaranya sekedar numpang tenar atau istilah sekarang Pansos namun karena KPK menyadari ini komitmen bersama agar kepercayaan publik terhadap KPK tetap terjaga

“Kami ingin menyampaikan bahwa giat pada malam hari ini bukanlah giat dadakan atau giat ikut-ikutan atau numpang tenar” ujar Nawawi dalam sambutannya.

KPK Minta Komitmen Capres-Cawapres Berhentikan Pejabat yang Tak Patuh LHKPN Nawawi menjelaskan bahwa Paku Integritas merupakan program kerja KPK sebagai wujud penegakan dan pencegahan korupsi. Dia mengatakan, Paku Integritas sejauh ini telah dilaksanakan terhadap sejumlah penyelenggara negara, mulai dari level menteri hingga wali kota.

“KPK Berharap Komitmen Capres dan Cawapres menindak tegas Pejabat yang KKN” Ujar Nawawi.

Capres nomor urut 1 Anies Baswedan berjanji akan mengembalikan kewibawaan hukum KPK jika dirinya dan Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menang di Pilpres 2024. Anies ingin mengembalikan orang-orang yang berintegritas kembali ke KPK.

Capres nomor urut 2 Prabowo Subianto mengatakan dirinya mendukung penguatan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) untuk memberantas korupsi. Prabowo pun ingin agar pembuktian terbalik diterapkan dalam penegakan hukum terkait kasus korupsi.

Sedangkan Capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo bahwa sistem whistleblowing sebagai salah satu instrumen penting untuk mendongkrak kepatuhan terhadap Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) dan pemberantasan korupsi.

Acara dimulai sejak pukul 19.00 WIB hingga pukul 21.30, dipandu MC Valerina acara berjalan dengan baik tampak Anies dan Prabowo berjabat tangan dalam suasana keakraban dan semua pasangan memberikan keterangan pers kepada wartawan.

Sejak Ketua KPK Firli ditetapkan sebagai tersangka kasus suap di Polda Metro Jaya lembaga KPK seperti terpuruk ditambah kasus pungli yang menjerat begitu banyak pengawai KPK yang saat ini sudah berjalan tentunya rasa kepercayaan masyarakat menurun. (HAS)