2019, Gaikindo Harap Suku Bunga Tidak Naik Lagi

0
342
Suasana pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS)

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menargetkan angka penjualan mobil tahun ini sebanyak 1,1 juta unit. Pasalnya, kondisi pertumbuhan penjualan kendaraan masih stagnan mengikuti pertumbuhan ekonomi nasional.

Co-Chairman Gaikindo Jongkie D Sugiarto mengatakan, terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi penjualan industri kendaraan bermotor. Salah satunya ialah suku bunga acuan Bank Indonesia (BI).

“Tahun ini Gaikindo masih menargetkan angka penjualan 1,1 juta unit. Kita pasang target moderat atau konservatif,” ujarnya di Plaza UOB, Jakarta, Kamis (24/1/2019).

Tren kenaikan suku bunga acuan ini masih berlangsung tahun ini karena Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) masih mengisyaratkan kenaikan dua kali di tahun ini. Kenaikan suku bunga acuan ini dapat berimbas pada kenaikan suku bunga kredit sehingga membuat kredit kendaraan menurun.

Tahun kemarin, BI telah menaikkan suku bunga hingga 125 basis poin dari 4,25 persen menjadi 6 persen. Hal ini merespons empat kali kenaikan suku bunga acuan AS (Fed Funds Rate) sebanyak 100 basis poin.

“Semoga suku bunga tidak naik lagi supaya penjualan tidak turun,” kata dia.

Kemudian, diharapkan inflasi tetap terjaga rendah di kisaran 3 persen agar harga barang-barang tetap rendah. Dengan demikian, masyarakat tidak akan menahan konsumsinya termasuk membeli kendaraan.

Dengan mulai memadainya fasilitas infrastruktur saat ini juga diharapkan dapat meningkatkan penjualan kendaraan. Pasalnya, dengan infrastruktur yang mampu menjangkau seluruh tempat membuat masyarakat nyaman memiliki kendaraan.

“Faktor yang berpengaruh ke industri di 2019 yaitu exchange rate, inflasi, auto finance (leasing), ekonomi global, harga BBM (Bahan Bakar Minyak), pajak, infrastruktur, dan suku bunga,” ucapnya.

Dia melanjutkan, meski penjualan tahun ini cenderung stagnan namun pada 2020 diharapkan angka penjualan dapat menyentuh 1,25 juta unit kendaraan. Kemudian terus meningkat pada 2025 menjadi 1,69 juta unit dan 2030 tembus 2,1 juta unit. (INT)