Calon Gubernur Maluku Utara, Benny Laos, meninggal dunia pada Sabtu, 12 Oktober 2024 pukul 17.20 WIT setelah menjadi korban kebakaran speedboat di Pelabuhan Bobong, Kecamatan Taliabu Barat, Pulau Taliabu.
Speedboat itu, yang bernama Bella 72, membawa 33 penumpang. Benny dan lima orang lainnya telah dinyatakan meninggal sementara penumpang lainnya selamat.
Korban meninggal selain Benny adalah anggota DPRD Malut dari Partai Demokrat Ester Tanri, Ketua PPP Malut Mubin A Wahid, anggota Polres Kepulauan Sula Hamdani Buamonabot, Mahsudin Ode Muisi dan Nasrun,S.Pd.
Peristiwa nahas ini terjadi sekitar pukul 14.00 WIT saat Benny Laos dan rombongan hendak melakukan kampanye di Kabupaten Pulau Taliabu.
Berdasarkan informasi dari Kapolres Pulau Taliabu, AKBP Totok Handoyo, speedboat yang ditumpangi Benny Laos tiba-tiba terbakar saat berada di pelabuhan. Korban mengalami luka bakar serius dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bobong untuk mendapatkan perawatan intensif. Namun sayang, nyawa Benny Laos tidak dapat tertolong.
Jenazah calon gubernur Maluku Utara nomor urut 4 Benny Laos yang meninggal usai insiden ledakan speedboat di Pulau Taliabu pada Sabtu (12/10) akan dibawa ke Jakarta.
Jenazah cagub Maluku Utara (Malut) Benny Laos akan disemayamkan di RSPAD Gator Subroto, Jakarta, seusai kecelakaan kapal di Pulau Taliabu. Mendiang Benny akan dimakamkan pada Selasa, 15 Oktober 2024.
“NasDem pendukung utama almarhum Benny Laos, kami sedang menunggu kedatangan jenazah yang akan disemayamkan di RSPAD-Jakarta. Kami akan menuntaskan proses pemakaman beliau yang direncanakan hari Selasa,” kata Sekjen NasDem Hermawi Taslim kepada wartawan, Minggu (13/10/2024).
Jenazah rencananya dimakamkan oleh keluarga di pemakaman San Diego Hills. Setelah prosesi pemakaman selesai, seluruh pihak akan membahas soal keberlanjutan Pilgub Malut. (IRS)







































