BPS: Mahasiswa Polstat STIS Terjun Langsung di Daerah Bencana, Wujud Panggilan Kemanusiaan dan Pengabdian

0
17

Jakarya – Program Praktik Kerja Lapangan (PKL) yang akan dijalani mahasiswa Politeknik Statistika STIS dinilai sebagai momentum luar biasa, tidak hanya dalam konteks akademik, tetapi juga sebagai panggilan kemanusiaan di tengah situasi bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia.

Dalam sambutannya, Kepala Badan BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan rasa bangga sekaligus haru atas kesediaan dan dedikasi para mahasiswa yang akan diterjunkan langsung ke daerah terdampak bencana.

“Pengalaman PKL kali ini merupakan kejadian luar biasa yang belum pernah dirasakan oleh mahasiswa-mahasiswi sebelumnya, karena memberikan kesempatan berharga untuk terlibat langsung dalam penanganan kondisi darurat di lapangan, PKL ini bukan sekadar pemenuhan kewajiban akademik. Ini adalah panggilan kemanusiaan dan bagian penting dari proses pembelajaran berbasis praktik yang akan membentuk saudara sebagai calon insan statistik negara yang profesional, berintegritas, dan memiliki jiwa pengabdian kepada bangsa, negara, dan masyarakat,” ujarnya dalam membuka acara Pelepasan Petugas Pendataan Bencana Rehabilitasi dan Rekontruksi Pasca Bencana di STIS, Selasa (13/1/2026).

Ia menegaskan, keterlibatan mahasiswa Polstat STIS di wilayah bencana diharapkan mampu memberikan pengalaman nyata yang tidak hanya memperkaya kompetensi teknis, tetapi juga menumbuhkan empati sosial dan kepekaan terhadap persoalan masyarakat.

Apresiasi dan ucapan terima kasih juga disampaikan kepada seluruh mahasiswa Polstat STIS dan para pembimbing PKL yang telah merancang kegiatan ini, serta jajaran pegawai Badan Pusat Statistik (BPS) Pusat yang akan turut terjun ke lapangan.

Kegiatan ini nantinya juga akan diawasi dan disupervisi oleh pejabat tinggi madya dan pejabat tinggi pratama guna memastikan pelaksanaan PKL berjalan optimal.

Sebagaimana diketahui, Indonesia saat ini tengah menghadapi bencana alam yang cukup parah di Pulau Sumatera, khususnya di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Kondisi tersebut menuntut kolaborasi luar biasa dan respons cepat dari seluruh pihak, termasuk BPS sebagai institusi penyedia data strategis.

Dalam konteks tersebut, mahasiswa Polstat STIS diberikan kesempatan untuk menunjukkan bahwa mereka mampu berkontribusi sesuai dengan kapasitas dan kompetensi sebagai insan statistik, terutama dalam mendukung kebutuhan data di daerah bencana.

Respons cepat pemerintah terhadap kondisi ini juga telah ditunjukkan melalui berbagai langkah konkret, salah satunya dengan ditetapkannya Keputusan Presiden Nomor 1 Tahun 2026 tentang Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Dijelaskan oleh Kepala BPS, baru-baru ini, BPS turut diundang dalam pertemuan Satuan Tugas DPR dan Satuan Tugas Pemerintah di Provinsi Aceh untuk mengawal proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Kehadiran BPS dalam forum tersebut menjadi kebanggaan tersendiri, karena menunjukkan bahwa BPS dipandang sebagai institusi penting dan strategis dalam mendukung kebijakan pemerintah.

“BPS diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam penyediaan data yang akurat dan terpercaya, sehingga proses rehabilitasi dan rekonstruksi dapat dilaksanakan secara tepat sasaran dan berbasis data,” tuturnya.

Melalui pelaksanaan PKL di daerah bencana ini, diharapkan mahasiswa Polstat STIS tidak hanya memperoleh pengalaman akademik yang berharga, tetapi juga tumbuh sebagai generasi profesional yang memiliki kepedulian sosial tinggi dan siap mengabdi untuk kepentingan bangsa dan negara.